05 Apr 2016
Editor Elexmedia
Nia Ikasary
Nia Ikasary
Mbak Nia sudah 9.5 tahun berpengalaman sebagai editor komik di Elex Media Komputindo. Beberapa judul yang Mba Nia Tangani di antaranya, Komikus Shoujo Nozaki, Demonic Detective Neuro, dan Barakamon
POYO-POYO
RU TATUKI

Kucing Bulat, Si Poyo!

“Poyo, Kucing terbulat se-Jepang!!” Ha ha ha, memang cocok banget ungkapan itu! Manga model 4-Koma ini benar-benar bikin kita ketawa di sana-sini, lho (nah, lho?). Pasalnya sang pengarang, Tatuki-sensei, benar-benar bisa saja mengait-ngaitkan atau mengidentikkan Poyo dengan segala sesuatu (mau makhluk hidup atau benda mati). Kata-kata ungkapannya pun selalu bikin ketawa geli. Salah satu contohnya: “Poyo Sato… kucing yang seperti tumpukan pompom” atau “Poyo Sato… kucing yang seperti bulan purnama nemplok di atas pohon” (ngakak). Itu saja baru ungkapan, belum ditambah gambar komiknya yang super cute!! Bahkan di komiknya, orang-orang pun selalu mengira yang aneh-aneh saat pertama melihat Poyo. Ada yang mengira “bantal duduk”, “buah semangka bulat yang segar”, “baskom terbalik”, bahkan nggak sedikit yang jadi lapar tiap melihat Poyo. Tapi jangan salah, walau gempal dan bulat seperti bola, Poyo maskulin, lho (ha ha).


Teman Poyo-poyo lain pun tak kalah menarik!

Selain sang tokoh utamanya yang bulat, karakter-karakter utama lainnya juga nggak kalah lucunya. Moe si “maniak Poyo” yang jago masak dan kuat; Hide, adik Moe yang sering jadi “sarana pelampiasan Poyo”, yang selalu kalah melawan Poyo (ha ha ha); Sato, sang kepala keluarga si “pria kuat legendaris”, yang walau sangat kuat dan sangar tapi ternyata berhati lembut dan penyayang hewan; Maki “penyuka lelaki kekar” yang amat sangat cinta anjingnya; Suzuki “si ayah bodoh” yang overprotective sama hamster-nya yang pemalas; dan masih banyak lagi karakter unik lainnya. Semua karakter di “Poyo-poyo” benar-benar memberi warna yang segar dan menambah kocaknya manga ini. Ngomong-ngomong warna, manga “Poyo-poyo” juga selalu ada halaman warnanya. Jadi walaupun lebih tipis dari manga pada umumnya, selalu ada 4 halaman warna yang termasuk salah satu cerita komiknya. Sip banget, deh!


Yang bukan penggemar kucingpun bisa menikmati manga ini!

Oh, iya! Walau terkesan seperti manga khusus untuk para pecinta kucing dan hewan berbulu lainnya, semua bisa menikmati, kok. Benar-benar bacaan yang cocok untuk melepas stres. Tapi, ini komik komedi untuk remaja-dewasa, ya, karena dari segi cerita, rasanya anak-anak tidak cocok membaca ini.

KOME SI BELANG
HOSHINO NATSUMI

Kenali Kome, Kucing Belang Keluarga Nakarai!

Sesuai judul, manga ini berkisar tentang Kome, kucing belang keluarga Nakarai yang amat sangat pintar dan sangat akrab dengan Taku, anak satu-satunya keluarga tersebut. Tapi setelah datangnya Koyuki, kucing pungut lain yang tahu-tahu muncul di halaman rumah keluarga Nakarai, hari-hari damai Kome pun berubah menjadi “neraka!!” (tidak juga, sih). Yang jelas, tiap hari Kome tidak pernah luput dari gigitan Koyuki yang lebih kecil dari dirinya. Sampai-sampai Koyuki sempat akan diberikan ke tetangga komplek yang juga menyayangi kucing, karena selalu menjahili Kome. Tapi karena terkena “serangan” Koyuki yang imut, mereka jadi tidak tega dan tetap memelihara Koyuki bersama dengan Kome. Alhasil, Kome yang lebih besarlah yang harus mengalah bahkan menjaga Koyuki agar tidak bersikap nakal (hi hi, lucu banget).


Kisah persahabatan antara dua kucing?!

Lambat-laun Kome dan Koyuki pun kedatangan teman-teman baru, dan tentu saja juga pemilik mereka masing-masing yang ada-ada saja sifatnya. Tingkah polah Kome, Koyuki, dan teman-temannya saat berkumpul benar-benar lucu!! Ekspresi mereka juga menggemaskan!! Apalagi saat Koyuki siap-siap menyergap Kome atau sikap marah Koyuki saat keinginannya tidak terpenuhi (yaitu menggigit Kome), atau juga ekspresi Kome yang pasrah saat Koyuki menggigitnya atau saat Kome panik dengan kelakukan nakal Koyuki di rumah (kasihan Kome). Tapi ada kalanya Koyuki ingin bersikap baik terhadap Kome. Tapi mungkin karena Kome sudah terlalu sering diusili Koyuki, niat baik Koyuki jadi tidak tersampaikan (ha ha). Sub bab mini yang berisi cerita dari sudut pandang para kucing juga lucu. Banyak sifat-sifat kucing yang memang benar adanya, walau kepintaran Kome mungkin agak terlalu ‘wah’. Natsumi-sensei mengemas cerita dalam kemasan yang ringan, mengundang senyum, dan cenderung apa adanya tapi tetap menghibur. Gambar kucingnya begitu detail tapi tetap cute.


Manga kucing untuk semua pecinta binatang.

Membaca ini rasanya agak sedikit mirip seperti membaca Sentaro (yang tentang kelinci imut itu). Sepertinya sangat cocok dibaca di saat kita sedang ingin bersantai di rumah, di saat hujan, sambil menikmati minuman hangat.


PAK GURU NYANPACHI!
SAKURABA TSUKASA

Waduh, kucing jadi guru?!

Komik pendek (yang sayangnya cuma sampai vol.2) ini benar-benar unik! Sang pengarang, Tsukasa-sensei, bisa saja kepikiran tema “pak guru kucing”. Sesuai tema dan judulnya, isi ceritanya benar-benar ringan. Tentang wali kelas yang dikenal dengan panggilan “pak guru Nyanpachi”, yang terkenal tegas dalam soal PR dan kebersihan, tapi sangat lemah terhadap belaian (namanya juga kucing). Entah kenapa, sepertinya memiliki wali kelas dan para staf guru kucing bukan sesuatu yang wajar. Tapi entah kenapa juga, para murid pun menerima kenyataan itu (lho?) dan cenderung mengalah dengan kelakukan para guru-guru mereka. Misalnya saat hari valentine, di saat para anak lelaki mengharapkan cokelat di loker sepatu mereka, yang mereka dapati malah guru-guru mereka yang sedang tertidur pulas (karena cuaca dingin). Atau saat olahraga, guru olahraga mereka menuntut mereka untuk bergerak selentur sang guru (yang secara nggak mungkin banget). Ada kalanya juga, saat kunjungan ke rumah murid, bukannya membicarakan perkembangan murid, pak guru Nyanpachi malah terpancing diajak bermain oleh orangtua murid (ha ha ha).


Lelah? Baca manga ini deh!

Pokoknya ini bacaan super ringan. Gambarnya lucu, story-nya unik, plotnya simple. Dibagi dalam beberapa chapter pendek yang isinya kelakukan pak guru Nyanpachi dan guru-guru lain di sekolah dan interaksi yang lucu antara para murid dan guru.

Kalau sedang stres atau penat, rasanya cocok baca “Pak Guru Nyanpachi!” ini. Atau para pelajar yang mungkin sedang penat menghadapi ujian? Coba baca, deh, pasti terhibur.


A TALE OF THE CAT PAINTER
NAGAO MARU

Bukan sekedar komik 'kucing' biasa

Kesan pertama yang ditangkap saat pertama lihat covernya…seperti komik tentang kucing yang biasa dan gambar kucingnya juga nggak manis-manis amat (ha ha). Cerita komiknya berkisah tentang Jube, seorang pelukis kucing pengelana, dengan seekor kucing bulatnya yang bernama Nita. Terkesan biasa saja, ya. Tapi berdasarkan rumor (tidak banyak orang yang tahu), lukisan kucing buatannya memiliki ruh dan sangat ampuh mengusir tikus jika dipajang di dalam rumah atau gudang. Dan ternyata, ruh itu ditiupkan oleh Nita, kucing bulatnya, yang ternyata seekor kucing siluman (istilah Jepangnya: Nekomata). Sang kucing merupakan kucing siluman kelas tinggi yang mengikuti Jube turun dari gunung tempatnya tinggal dan akhirnya membantu Jube menjual lukisan-lukisan kucingnya. Sepertinya ada sesuatu yang membuat sang kucing siluman itu tertarik pada Jube (dan masih misteri, karena hanya baca sampai volume 7, ha ha). Rasanya, sih, ada sesuatu di masa lalu Jube yang membuatnya menarik perhatian para kucing dan bisa memahami kucing-kucing lain. Pokoknya masih banyak misteri, deh. Orangtua Jube atau Jube berasal dari mana juga masih misteri.


Jube, karakter utama pecinta kucing yang karismatis

Yang membuat manga ini menarik adalah, Jube-nya ganteng (ha ha ha). Bukan, ding. Gambarnya memang agak unik, ber-setting Jepang tempo dulu, tapi masih bisa dinikmati dengan santai. Gambarnya menghibur (tidak kaku). Karakter Jube dikisahkan tinggal di sebuah komplek sederhana yang terkenal akan kucing-kucingnya yang manis dan jinak, para penghuninya pun sangat menyukai kucing. Tapi Jube sendiri suka berkeliling jauh dari daerahnya untuk menjajakan jasa melukis kucing-nya. Lalu suatu hari datang penghuni baru, seorang mantan samurai yang ternyata amat sangat takut kucing karena trauma dikejar siluman kucing saat masih kecil. Lucunya, dengan tubuhnya yang besar itu, saking takutnya saat seekor anak kucing menghampirinya, dia berlari sampai menjebol tembok dan tembus ke tempat Jube (ngakak).


Tidak hanya unik, manga ini pun informatif

“A Tale of The Cat Painter” ini menurut saya salah satu manga bertema kucing yang paling unik. Selain menghibur, kita juga jadi tahu banyak tentang istilah-istilah dan budaya Jepang di masa lalu, menarik!! Footnote-nya berusaha menjelaskan semua istilah yang muncul dengan bahasa sesederhana mungkin, tapi tetap informatif. Jadi selain menghibur, juga bisa nambah pengetahuan.


SHINAGAWA CAT STORY
KANA NISHIDA

Ringan namun menghibur

“Slice of Life”, mungkin itu genre yang paling cocok untuk manga ini. Manga tentang kucing yang lebih mengarah ke “drama keluarga” dan orang-orang sekitar mereka. Cerita berpusat di sebuah komplek perumahan tradisional yang sederhana, di tengah pusat kota yang penuh gedung-gedung bertingkat, di mana kepedulian antar sesama tetangga masih sangat tinggi. Yang menjadi tokoh inti dalam manga ini ada dua, dari para kucing adalah Take (kucing milik keluarga Tajima); dan anggota keluarga Tajima sendiri. Tentang keseharian keluarga Tajima dan Take bersama kucing-kucing lainnya. Juga tentang kehidupan para tetangga dengan segala permasalahannya, yang walau mungkin tanpa mereka sadari, para kucing telah berperan besar dan mempengaruhi dalam segala keputusan mereka.


Gambaran realistis para pecinta kucing

Dilihat sekilas mungkin gambarnya agak sedikit membosankan. Tapi setelah dibaca, ceritanya lumayan menarik. Realistis, tapi menghibur. Para manusia baik yang dewasa maupun anak-anak berlaku sewajarnya, begitu juga para kucingnya. Tidak ada yang terlalu berlebihan di dalam manga ini. Tapi entah kenapa, rasanya nyaman saja dibaca. Plot-nya mengalir santai.Tipe ‘slice of life’ yang ringan banget. Bacaan yang sepertinya cocok untuk orang dewasa sekalipun. Bagi orang yang menyukai novel pun mungkin akan tertarik membaca manga yang satu ini.


Ringan namun menghibur

“Slice of Life”, mungkin itu genre yang paling cocok untuk manga ini. Manga tentang kucing yang lebih mengarah ke “drama keluarga” dan orang-orang sekitar mereka. Cerita berpusat di sebuah komplek perumahan tradisional yang sederhana, di tengah pusat kota yang penuh gedung-gedung bertingkat, di mana kepedulian antar sesama tetangga masih sangat tinggi. Yang menjadi tokoh inti dalam manga ini ada dua, dari para kucing adalah Take (kucing milik keluarga Tajima); dan anggota keluarga Tajima sendiri. Tentang keseharian keluarga Tajima dan Take bersama kucing-kucing lainnya. Juga tentang kehidupan para tetangga dengan segala permasalahannya, yang walau mungkin tanpa mereka sadari, para kucing telah berperan besar dan mempengaruhi dalam segala keputusan mereka.


Gambaran realistis para pecinta kucing

Dilihat sekilas mungkin gambarnya agak sedikit membosankan. Tapi setelah dibaca, ceritanya lumayan menarik. Realistis, tapi menghibur. Para manusia baik yang dewasa maupun anak-anak berlaku sewajarnya, begitu juga para kucingnya. Tidak ada yang terlalu berlebihan di dalam manga ini. Tapi entah kenapa, rasanya nyaman saja dibaca. Plot-nya mengalir santai.Tipe ‘slice of life’ yang ringan banget. Bacaan yang sepertinya cocok untuk orang dewasa sekalipun. Bagi orang yang menyukai novel pun mungkin akan tertarik membaca manga yang satu ini.