Banner Hasil Polling Juni

Poling Manga-Mon "Apa Pendapatmu Mengenai Masa Depan Komik Indonesia?" pada bulan Juni kemarin kembali mendapatkan banyak respon antusias. Terima kasih pada yang telah berpartisipasi!

Kali ini, Manga-Mon akan menyampaikan hasil polling dalam format yang cukup berbeda.Kami harap format baru kali ini, dan pesan yang ingin kami coba sampaikan bisa sampai dan memotivasi teman-teman semua, yang mungkin dalam hidupnya, sekali atau dua kali pernah berangan-angan menjadi komikus Indonesia.

“Karena jaman sekarang, pekerjaan tidaklah harus menjadi guru/dokter. Saya ingin membuktikan bahwa hobi yang saya punya juga bisa menjadi suatu pekerjaan yang bisa saya nikmati.”

01. Apakah kamu pernah membaca komik karya komikus Indonesia?

01. Apakah kamu pernah membaca komik karya komikus Indonesia?
JawabanJumlah SuaraPersentase
Belum Pernah31.65%
Sudah Pernah17998.35%
polling Juni MangaMon

02. Sukakah kamu dengan komik Indonesia?

02. Sukakah kamu dengan komik Indonesia?
Jawaban Jumlah Suara Persentase
Tidak Suka 10 5.49%
Suka 172 94.51%
polling Juni MangaMon

03. Dari mana kamu membaca komik karya komikus Indonesia?

03. Dari mana kamu membaca komik karya komikus Indonesia?
Jawaban Persentase
Beli di Toko Buku 56%
Baca Gratis di Aplikasi 47%
Baca Gratis di Situs 66%
polling Juni MangaMon

Poling kali ini dibuka dengan dua pertanyaan sederhana, Apakah kamu pernah membaca komik karya komikus Indonesia? dan Apakah kamu menyukainya?. Lebih dari 90% responden menyatakan; ya, saya sudah pernah membaca dan suka dengan komik Indonesia. Alasannya sendiri dapat dilihat di pertanyaan nomor 5 mengenai kesan terhadap komik Indonesia pun positif, kualitas komik Indonesia beberapa tahun ini cenderung membaik meski masih banyak yang bisa ditingkatkan.

“Karena orang Indonesia mulai bangkit dan mulai melirik komik hasil komikus Indonesia dan mereka sangat mendukung para komikus Indonesia.”

04. Ada berapa banyak komikus Indonesia yang kamu ketahui?

04. Ada berapa banyak komikus Indonesia yang kamu ketahui?
Jawaban Jumlah Persentase
Paling banyak 2 35 19.23%
Paling banyak 5 71 39.01%
Paling banyak 10 33 18.13%
Paling banyak 15 11 6.04%
Lebih dari 15 32 17.58%
polling Juni MangaMon

05. Pilih salah satu pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan pendapat kamu mengenai komik Indonesia

05. Pilih salah satu pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan pendapat kamu mengenai komik Indonesia
Jawaban
Standar Internasional
Membaik, tapi masih kurang
Membaik, tapi terlalu Jepang
polling Juni MangaMon

06. Apakah kamu pernah bercita-cita menjadi komikus?

06. Apakah kamu pernah bercita-cita menjadi komikus?
Jawaban Persentase
Ya 128 70.72%
Tidak 53 29.28%
polling Juni MangaMon

Nah, dari sinilah menurut kami bagian paling menarik dari polling ini, yaitu apakah kamu pernah bercita-cita menjadi komikus? Kenapa? Lalu apakah kamu masih berusaha mewujudkannya? Kenapa?

“…alasannya aku ingin semua orang bisa menikmati karyaku dan membuat semua terhibur!”

07. Bagi yang menjawab ya untuk pertanyaan nomor 6, Apakah sekarang kamu sedang berusaha untuk menjadi komikus?

07. Bagi yang menjawab ya untuk pertanyaan nomor 6, Apakah sekarang kamu sedang berusaha untuk menjadi komikus?
Jawaban
Ya
Tidak
polling Juni MangaMon

Beberapa kalimat yang kami selipkan dari atas artikel merupakan secuil dari jawaban yang kami dapatkan. Banyak dari kita yang ingin menjadi komikus, entah karena kita suka menggambar, atau karena kita memang menyukai komik. Tidak salah juga kalau generasi kita besar bersama komik dan animasi. Komik menjadi sesuatu yang dekat dan akrab dengan kita, karena ceritanya, atau mungkin karena kita merasa mengerti apa yang dialami oleh karakter di komik tersebut. Bagi beberapa orang, komik hanyalah sekedar pengisi waktu luang, namun bagi orang lainnya, komik merupakan hiburan, bukan sekedar hiburan tanpa makna tapi hiburan bermakna, di mana komik menginspirasi kita, mengajari kita sebuah nilai yang mungkin tidak bisa kita tangkap apabila kita hanya melihat komik tak lebih dari sekedar pengisi waktu luang biasa.

Inspirasi, itulah yang komik berikan kepada kita. Kita pun ingin melakukan hal yang sama, ingin membuat orang terhibur dengan karya kita. Namun sebelum itu semua, yang sesungguhnya kita inginkan adalah supaya orang lain mengapresiasi dan menganggap karya yang lahir dari pikiran dan jerih payah kita, bukan? Siapa sih yang tidak mau diakui? Lalu, kenapa kamu tidak berusaha mewujudkan anganmu menjadi komikus?

“… karena masih banyak orang yang kurang mengapresiasi dan memandang sebelah mata komikus Indonesia, dan lebih memilih komikus luar.”

Adalah mayoritas jawaban yang kami dapatkan, selain jawaban lainnya seperti, “saya tidak bisa menggambar”, “saya suka membaca komik, tapi tidak berbakat dalam membuat cerita atau gambar”. Kita suka komik, tapi karena suka tidak berarti kita harus menjadikan komik sebagai passion utama kita. Selain itu, tidak bisa dibantah bahwa apresiasi dan anggapan yang diberikan kepada komik Indonesia masih minim apabila dibandingkan dengan yang diberikan di luar negeri. Seperti yang dibahas di atas, kita ingin karya kita diapresiasi orang. Untuk apa kita mengejar cita-cita tersebut bila tidak ada yang mengapresiasi? Kami rasa jawaban ini sangat realistis. Ingin menjadikan komik sebagai passion utama pun sulit, ada banyak faktor yang harus dipikirkan sebelum memutuskan ‘ya! Inilah jalan hidup saya!’, salah satunya adalah jaminan yang diberikan profesi itu ke masa depan kita. Lantas, apa komikus merupakan profesi yang menjanjikan?

“Profesi komikus masih kurang dihargai di Indonesia.”

08. Apakah menurut kamu komikus merupakan profesi yang menjanjikan di Indonesia?

08. Apakah menurut kamu komikus merupakan profesi yang menjanjikan di Indonesia?
Jawaban
Ya
Tidak
polling Juni MangaMon

09. Pilih dua jawaban di bawah yang menurutmu merupakan permasalahan paling besar:

09. Pilih dua jawaban di bawah yang menurutmu merupakan permasalahan paling besar:
Jawaban
Kurangnya apresiasi
Komik dianggap bacaan anak-anak
Kualitas komik lokal mash kalah
Kurangnya unsur Indonesia
Kurangnya dukungan pemerintah
polling Juni MangaMon

Selisih 10% tidak merubah fakta bahwa meski kita menyukai komik, kita tahu bahwa profesi ini belum semenjajikan yang kita harapakan. Masih terlalu banyak masalah yang dihadapi komikus Indonesia, masalah yang sesungguhnya bisa kita simpulkan dalam 1 kalimat; kurangnya apresiasi. Ya, inilah masalah paling besar bagi komikus Indonesia, tidak ada apresiasi, baik dari masyarakat atau pemerintah. Jangankan dari pemerintah, kadang dari pecinta komik pun tidak ada yang mengapresiasi.

Membuat komik bukanlah hal semudah kelihatannya, membuat komik berarti menggambar, membuat cerita, menyusun supaya cerita menarik, kadang kompleks tapi masih bisa dimengerti oleh pembaca.

Membuat komik adalah komitmen. Kadang, komikus harus mempelajari bidang lain untuk membuat komik yang menarik, contohnya komik detektif, tentunya sang komikus harus mengerti mengenai bidang medis dan kriminal. Komikus merupakan sebuah pekerjaan yang ‘kaya’ akan pengetahuan, profesi lintas disiplin. Sayangnya, hal ini sering terlewatkan oleh kita pembaca awam.

Tidak heran sebagian besar dari kita enggan mengejar komik sebagai passion utama. Komikus adalah profesi dengan tuntutan besar, untuk apa kita susah-susah kalau tidak ada yang menghargai? Benarkah kamu mau menjadi komikus meski tahu sedikit orang yang akan menganggap karyamu?

“Meskipun masalah tersebut belum teratasi, saya akan tetap ingin menjadi komikus.”

Kenapa?

“Karena saya ingin mengembangkan dunia industri kreatif di Indonesia. Dengan diresponnya industri kreatif di negeri ini saya yakin kedepannya masyarakat di Indonesia akan terbagi lapangan kerja. Di samping itu kaum orang berjiwa seni akan lebih bangkit (karena rata-rata memiliki latar belakang yang 'kurang' sempurna) jika masyarakat bisa mengapresiasi industri ini, maka masyarakat pun akan bisa memberdayakan media komik sebagai sarana untuk komunikasi lebih luas”

10. Apabila permasalahan pada pertanyaan nomor 9 sudah teratasi, apakah kamu mau menjadi komikus / membeli komik Indonesia?

10. Apabila permasalahan pada pertanyaan nomor 9 sudah teratasi, apakah kamu mau menjadi komikus / membeli komik Indonesia?
Jawaban
Ya
Tidak
polling Juni MangaMon

Sampai di sini, mungkin banyak yang berpikir, ‘wah, poling kali ini berat sekali, ya…’ atau, ‘waduh, jadi komikus di Indonesia memang sulit, ya…’. Jangan berpikir demikian, karena sekarang, industri komik Indonesia justru sedang berkembang. Ketertarikan kalian pada komik ini lah salah satu tandanya. Sadarkah bahwa sebenarnya kita memiliki semangat yang sama? Kita suka komik, kita ingin komik Indonesia maju, tapi ada daya kalau faktor luar tidak mendukung? Bukan begitu. Justru sebagai sesama pecinta komik, harus dari kita lah yang pertama memberi dukungan. Khalayak luas memang minim memberi dukungan, tapi bagaimana dengan kita yang mencintai komik? Sudahkah kita memberi apresiasi pada komik Indonesia? Sudahkah kita berterima kasih pada komikus Indonesia yang senantiasa menghibur kita lewat komik barunya setiap minggu?

Jangan tunggu orang lain, mulai lah dari kita sesama pecinta komik. Tunjukan semangat kalian pada teman-teman yang masih mau berjuang di bidang ini agar aspirasi kalian bisa menjadi nyata di suatu hari. Masih banyak orang yang mau membeli komik buatan orang Indonesia. Jumlahnya memang belum banyak, tapi seperti kata pepatah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Beritahukan komik favoritmu kepada teman-temanmu yang belum tahu, sebarkan, buat mereka tahu bahwa komik Indonesia pun tidak kalah menarik. Tentu untuk membuat komik benar-benar diterima seperti di Jepang atau Amerika membutuhkan waktu yang lama, tapi sampai infrastruktur itu jadi, dan yakinlah bahwa infrastruktur itu sedang dalam tahap pengembangan, lakukanlah hal yang bisa kalian lakukan; tunjukan apresiasi kalian kepada komik Indonesia!

Akhir kata, kami harap setelah kalian membaca artikel ini, kalian berpikir;

“…sampai sekarang aku masih mau menjadi komikus!”

Jangan ketinggalan poling Juli MangaMon di Link ini ya!

Sumber: Manga-Mon

Konten Terkait