21 September 2015

Penggemar anime tentu tidak asing lagi dengan nama MyAnimeList (MAL). Di Jepang sendiri, fans seringkali menggunakan situs database anime untuk menentukan anime apa yang akan mereka tonton berikutnya. Dan tentunya para fans juga ingin tahu apa pendapat fans lainnya tentang anime yang mereka tonton melalui komunitas, forum, ulasan, dan lain-lain.

MAL adalah situs raksasa dengan kunjungan lebih dari 120 juta kali setiap bulannya yang menyediakan layanan database terintegrasi dengan aspek komunitas online. Kami berkesempatan untuk mewawancara Garrett, penemu dari situs MAL. Baca terus untuk mendengarkan kisah di balik layar bagaimana situs tersebut dimulai, berbagai cerita menarik seputar MAL, serta pesan-pesan penuh semangat mengenai masa depan MAL.

Profil Xinil

—Apa yang membuat anda memutuskan untuk membuat situs seperti MyAnimeList?

Pada tahun 2004, belum terdapat cara yang mudah untuk membagikan atau membuat daftar anime apa saja yang sudah kamu lihat. Sebagai orang yang gemar menonton anime, saya sering berdiskusi mengenai anime di chat room IRC, terutama di chat room yang dikelola oleh grup fansub. Penggemar anime suka berbagi rekomendasi judul untuk ditonton, dan cara termudah bagi saya untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membuat sebuah situs sederhana dengan daftar anime yang sudah saya tonton. Saya mulai berbagi “list” tontonan saya dengan beberapa teman, hingga akhirnya salah satu teman bertanya kepada saya, apa saya bisa membuatkan fitur agar dia juga dapat membuat daftarnya sendiri. Saya kemudian mulai memprogram dan mengerjakan hal tersebut. Pada akhirnya, semakin banyak orang yang mendengar tentang MAL dan membuat daftar mereka sendiri untuk direkomendasikan ke teman-teman mereka.

— Apa hal yang pertama kali mencetuskan ide anda untuk membuat MAL?

Tujuan dasar dan ide awal dari MAL adalah untuk berbagi dan memberi nilai pada anime yang sudah kamu tonton.

— Dalam waktu antara tercetusnya ide untuk membuat MAL hingga akhirnya rilis, apakah pernah ada kejadian yang menarik atau tak terduga?

Salah satu rintangan terbesar yang perlu dilalui pada saat itu adalah mengisi database anime MAL. Di awal tahun 2000 sudah terdapat ribuan serial anime, dan jumlah data yang perlu saya masukkan hampir membuat saya kewalahan. Namun ternyata saya tidak perlu khawatir, karena saya menerima banyak sekali bantuan tak terduga dari para user yang bergabung dengan MAL di awal-awal. Alasan utama kenapa MAL dapat tumbuh seperti sekarang adalah tidak lain berkat dukungan para relawan dan komunitas MAL itu sendiri.

— Seperti apa keadaan ketika MAL pertama kali dirilis? Seperti apa situsnya, dan bagaimana perasaan anda saat itu? Bagaimana tanggapannya?

Pada awalnya, MAL di-host sebagai subdomain di situs pribadi saya, dan hanya bernama ‘AnimeList’. Dua tahun setelah membuat fitur daftar, situs sosial terbesar di internet pada saat itu ada MySpace, dan saya memutuskan bahwa menaruh tulisan ‘My’ di depan ‘AnimeList’ terasa sesuai dengan tren yang ada pada saat itu. Pada saat saya membeli domain myanimelist.net, MAL hanya memiliki 228 anggota. Setahun kemudian, angka tersebut tumbuh menjadi 2,000 anggota, dan setahun setelah itu kami mencapai 40,000 anggota. Memang perlahan pada awalnya, namun saya tahu bahwa orang-orang senang memakai MAL, dan saya yakin bahwa dengan tersebarnya kabar mengenai MAL, jumlah anggota kami akan terus bertambah.

— Apa pernah ada kejadian yang tidak diketahui orang yang dapat anda ceritakan pada kami?

Terdapat periode beberapa minggu dimana MAL mengalami krisis pergantian nama. MAL sempat mengalami masa stagnan di pertengahan 2007, dan pada saat itu, melakukan branding ulang tampak seperti cara yang baik untuk menarik pengunjung baru. Saya kurang ingat alasan persisnya mengapa saya melakukannya, tetapi saya sampai mendaftarkan kurang lebih 10 nama domain dari AnimeAid hingga OtakuJanai. Pada akhirnya para pengguna MAL dan saya sendiri memutuskan bahwa MyAnimeList adalah nama yang paling cocok, dan kami tidak pernah melakukan pergantian nama. Kini, setelah 8 tahun, saya dapat melihat ke belakang dan bernafas lega. Mengganti nama bukanlah keputusan bisnis yang baik, dan saya sangat senang kami tetap menggunakan brand MAL.

— Apakah ada cerita menarik mengenai saat anda pertama kali mengumpulkan orang dan staf untuk menjalankan situs MAL?

Mengumpulkan staf awal untuk MAL pada saat itu sangatlah sulit. Tidak ada panduan atau aturan yang dapat kami gunakan sebagai acuan untuk melatih staf baru. Saya juga tidak tahu orang seperti apa yang saya perlukan dari para relawan, jadi saya hanya mencari siapapun yang memiliki waktu luang dan menyukai anime. Para moderator generasi pertama ini memiliki tugas yang sangat berat: untuk membangun fondasi dan aturan yang akan diikuti oleh semua orang untuk seterusnya (Dan kurang lebih segala aturan itu kami buat sambil berjalan). Saat ini kami memiliki lebih dari 40 moderator yang meluangkan waktu mereka untuk membuat MAL menjadi situs yang semakin informatif, berguna, dan mengundang.

— Berapa banyak anime dan manga yang biasanya anda tonton dan baca?

Saat ini saya hanya memiliki waktu untuk menonton serial-serial yang mainstream dan populer (Seperti Shingeki no Kyojin). Saya juga up-to-date dengan manga Hajime no Ippo sampai beberapa bulan yang lalu.

— Jika anda dapat memilih tiga judul anime untuk direkomendasikan ke orang lain, anime apa saja yang akan anda pilih?

Rasanya saya tidak dapat merekomendasikan anime ke orang lain tanpa menyebut Cowboy Bebop. Namun jika orang tersebut sudah pernah menonton Cowboy Bebop, maka dua pilihan lain saya adalah Nodame Cantabile dan Mushishi.

— Dan untuk manga?

Lebih sulit untuk saya jawab, karena saya jarang membaca manga. Namun saya sangat menyukai Hajime no Ippo, serta manga Death Note.

— Apakah anda pernah membeli merchandise anime atau manga melalui situs online seperti Tokyo Otaku Mode?

Biasanya saya membeli kebanyakan produk anime saya di event, seperti konvensi. Namun saya lihat terdapat bermacam-macam produk menarik di Tokyo Otaku Mode, jadi mungkin saya juga akan mulai berbelanja secara online!

— Apakah ada rencana untuk masa depan yang dapat anda bagikan dengan kami?

Melihat ke belakang, tidaklah salah kalau pertumbuhan MAL yang stagnan disebut sebagai akibat pada jarangnya penambahkan fitur-fitur baru. Namun, saya dapat dengan senang mengatakan bahwa pada tahun 2015 ini kami telah menambahkan lebih banyak fitur dibandingkan dengan jumlah fitur yang kami tambahkan pada periode 2011-2014! Kami juga memiliki banyak proyek yang saat ini sedang kami kembangkan, dan dijadwalkan untuk dirilis pada tahun ini! Untuk detail lebih lengkapnya akan kami umumkan secepat mungkin!

— Apakah ada pesan yang ingin anda sampaikan kepada para pengguna MAL?

Saya sudah pernah mengatakannya sebelumnya, tetapi saya tidak akan capek-capek mengatakannya lagi. MAL tidak akan seperti sekarang tanpa bantuan para anggotanya yang selalu bekerja keras, tanpa pamrih, dan penuh dedikasi. Saya sangat senang bahwa MAL dapat terus berguna untuk puluhan ribu orang tiap harinya, dan saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua orang yang telah menggunakan dan berkontribusi pada MAL.

Bagi MAL maupun TOM, semangat dan cinta kami terhadap anime tidak akan berubah. Dan lebih dari segalanya, hal yang terus mendorong kami untuk bertumbuh adalah para fans yang membaca artikel ini. Jika kamu memiliki teman yang menggunakan MyAnimeList atau TokyoOtakuMode, mohon bagikan artikel ini dengan mereka. Kami meminta bantuan anda untuk menyebarkan konten Jepang kesukaan kita semua ke seluruh dunia. Tentunya, kami juga akan terus melakukan apa yang dapat kami lakukan- karena bagaimanapun juga, kami pun adalah fans anime.

Artikel ini adalah artikel asli Tokyo Otaku Mode.

Related article