21 September 2015

Kata ‘Kawaii’ saat ini telah menjadi sebuah kata yang menggambarkan hal-hal yang imut pada dunia surealis feminisme (?) di Jepang. Warna-warna pastel, renda-renda, karakter-karakter atau maskot yang lucu menjadikannya sebagai poin dasar dari budaya kawaii. Dan biasanya anak-anak perempuan akan secara langsung dianggap sebagai orang-orang yang ‘kawaii’. Tapi, apakah kata ‘kawaii’ hanya terbatas penggunaannya untuk perempuan Jepang atau karakter-karakter yang lucu saja? Apakah ada tipe ‘kawaii’ yang baru dan berbeda dari apa yang selama ini kita lihat? Ternyata diluar sana terdapat banyak laki-laki yang memiliki talenta untuk menjadi ‘kawaii’, walaupun mengesampingkan bagaimana stereotip laki-laki pada umumnya yang sesungguhnya tidak boleh berpenampilan ‘kawaii’, namun para laki-laki ini menggabungkan ‘kawaii’ dengan identitas mereka yang unik dan menjadikannya sebagai subkultur yang baru. Mari kita lihat para laki-laki ‘kawaii’ Jepang ini :

Si Macho-kawaii, Lady beard

Semenjak TGU sukses membentuk LADYBABY, mungkin kalian sudah familiar dengan Ladybeard, seorang laki-laki yang saat ini sedang aktif menjadi member dari sebuah unit idol bernama LADYBABY. Ladybeard telah menhadirkan sebuah karakter yang kuat namun juga eksentrik untuk menjadi ‘kawaii’. Mulai dari pegulat profesional, model crossdressing, hingga sekarang menjadi seorang pop idol, Lady beard selalu berhasil membuat kita terkejut dengan motivasinya yang selalu ingin tampil ‘kawaii’. Ide-idenya yang inofatif dan berbeda selalu tidak pernah gagal dalam membuat kita untuk menunggu hal-hal berikutnya yang akan ditampilkan oleh ‘Bea-chan’.

Sailor Fuku Ojisan Pembawa Keberuntungan

Apakah kamu pernah mendengar tentang ‘sailor fuku Ojisan’ ? Sebuah URBAN MYTH yang memberikanmu keberuntungan jika kamu melihatnya di jalan atau disekitaran Tokyo? ‘Sailor Fuku Ojisan’ yang terkenal ini , juga dianggap sebagai laki-laki dengan kategori ‘kawaii’, hal ini dimulai dari rumor yang disebarkan oleh kaum muda Jepang di social media yang mengatakan bahwa, dirinya mirip dengan daun clover (semanggi) berdaun empat yang dapat membawa keberuntungan. ‘sailor fuku Ojisan’ sesungguhnya bernama Hideaki Kobayashi, pada tahun 1950 awal beliau bekerja sebagai insinyur dan saat ini pun masih berkerja sebagai seorang fotografer. Ia melakukan crossdressing menggunakan baju seragam sailor perempuan pada weekend dan telah melakukannya selama 4 tahun. Ia pun sudah terkenal di social media. Saat ini terkadang Sailor fuku ojisan berkolaborasi dengan Lady beard, dan muncul di televisi. Hal ini menunjukan bentuk bahwa publik telah menerima dirinya. Jika kamu sedang mengunjungi Tokyo dan bertemu dengan Sailor Fuku Ojisan itu berarti kamu sedang beruntung.

Successful “Transgender” Porn Star, Kaoru Oshima

Apakah seksualitas dan gender mempengaruhi jati diri anda yang sesungguhnya? Kaoru Oshima, membuktikan bahwa hal ini adalah salah besar. Tren “Otokonoko (男の娘)” yang sedang berkembang di Jepang menjadikannya sebuah sub kultural tersendiri. “Otokonoko (男の娘)” bermula dari bentuk perwujudan imajinasi orang-orang terhadap karakter laki-laki yang ada di manga atau anime yang memakai baju perempuan dan terlihat sangat imut dan juga feminis. Kaoru Oshima mulai melakukan crossdressing ataupun cosplay sebagai gadis yang imut semenjak ia masih remaja, bahkan jauh sebelum tren “Otokonoko (男の娘)” berkembang, dan tanpa disadari ia telah berubah menjadi gadis (perempuan) seutuhnya daripada hanya berpura-pura menjadi salah satunya. Ia tidak hanya saja mulai membintangi film-film dewasa untuk membuat fantasi erotisnya menjadi nyata, tapi juga untuk membuktikan bahwa terdapat laki-laki yang memang benar-benar menyukai berpakaian sebagai perempuan dengan menggunakan baju yang ‘kawaii’ namun tetap dianggap sebagai laki-laki. Ia dengan cepat dianggap sebagai ikon sub kultural dan disebut sebagai Otokonoko AV jyuoyuu (男の娘AV女優) dan banyak fans perempuannya yang bisa menerima hal itu. Mereka mengatakan bahwa, Kaoru chan jauh lebih imut daripada perempuan Jepang pada umumnya. Kaoru tetap menggap dirinya sebagai laki-laki dan tidak sepenuhnya sebagai perempuan, namun pada waktu yang bersamaan ia tetap menganggap dirinya ‘kawaii’. Tidak hanya menjadi laki-laki, perempuan, ataupun otokonoko, Kaoru Oshima telah membuktikan kepada para fansnya bahwa gender ataupun seksualitas tidak akan bisa mempengaruhi jati diri kita sesungguhnya.

Saat ini ia telah menerbitkan photo book pertamanya yang bernama ‘Boku Rashiku’ dan penjualan bukunya berjalan dengan lancar.

The New Face “Onee” Television Personality, Yushin

Yushin adalah artis “onee” muda yang namanya sudah sejajar dengan artis besar seperti IKKO atau Ai Haruna. Yushin menjadi terkenal karena dirinya yang cantik, dan juga imut, kecantikannya itu adalah murni alami tanpa operasi plastik, hal itu menjadikannya terlihat semakin cantik. Ia mengaku bahwa dirinya dulu adalah seorang atlet rugby pada saat masa SMA, tapi, pada saat berumur 18 tahun ia memutuskan untuk menjadi seorang ‘onee’. Menurutnya, terdapat saat-saat sulit bagi dirinya yang khawatir akan seksualitasnya yang menyukai baik laki-laki maupun perempuan, dan pada saat itu hanya Ai Haruna yang mendukungnya dan mengatakan untuk tetap menerima dirinya sendiri apa adanya. Dan pada saat ini, Yushin benar-benar mengagumi Ai haruna, dan lebih percaya diri untuk hidup sebagai seorang ‘onee’ di Jepang. Ia tidak melakukan operasi plastik, hanya menjaga dan merawat dirinya (mukanya) dengan sungguh-sungguh. Yushin saat ini tampil di acara televisi populer seperti "London Hearts," bersama dengan para ‘Onee’ yang lainnya, dan banyak orang mengharapkan agar Yushin menjadi "Onee" penghibur selanjutnya untuk acara televisi Jepang.

The First “Okama” Idol Group In Japan, Kama-chan Club

Tanpa perlu bersusah payah, 3 okama yang cantik idol grup waria underground dikenal karena penampilannya yang lucu. Kama chan club terdiri dari 3 orang anggota yang bernama Ami Takeuchi, Rioka Asou, dan Marina Mihiro yang ketiganya adalah orang-orang yang menarik dan juga pekerja keras. Ami Takeuchi adalah runner up dari kontes miss Intenational queen pada tahun 2010 (Ajang kontes yang paling besar dan bergensi untuk para wanita transgender, yang dilaksanakan di kota Pattaya, Thailand). Marina Mihiro juga pernah muncul pada tv program bernama “Fuka Ii Hanashi” dan diperkenalkan sebagai seorang ‘onee’ yang memiliki wajah mirip seperti Nozomi (mantan anggota morning musume). Pada saat ini Kama chan Club membawakan acara bernama Nico Nico Nama yang muncul setiap hari senin. Mereka juga baru saja merilis single pertama yang berjudul “Kamatte Choudai”. Apakah mereka akan berhasil sebagai idol grup okama yang pertama di Jepang? Mari kita dukung mereka !


Siapapun mereka, di manapun mereka, akan selalu ada perlawanan untuk sesuatu yang dianggap aneh dan tidak wajar oleh masyarakat sekitar. Akan tetapi, kata ‘kawaii’ menjadi tanda penerimaan, dan dengan menyebarnya kata ‘kawaii’ Dia (baik laki-laki ataupun perempuan) dapat menjadi satu-satunya karakter ‘kawaii’ tersendiri yang tidak akan bisa dimiliki oleh orang lain. Orang-orang diatas, tentu tidak langsung diterima oleh lingkungan sekitarnya, namun melewati jalan panjang dan perjuangan untuk menemukan jati dirinya sendiri yang membawa diri mereka menjadi orang-orang dengan penampilan ‘kawaii’. Mereka menunjukan kepada kita, bahwa siapapun dapat menjadi ‘kawaii’ dengan cara apapun, walaupun harus melawan stereotip yang ada pada umumnya. Ingin menjadi ‘kawaii’ yang seperti apakah kamu?

Related article