16 November 2015

Menurut data dari Kementrian Perindustrian RI, saat ini terdapat lebih dari 100 studio animasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini berarti Industri animasi Indonesia memiliki potensi yang besar, apalagi didukung dengan banyaknya sekolah animasi yang terus memberikan pasokan talenta. Namun, faktanya, karakter animasi lokal belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Anak-anak usia 5-15 tahun, yang notabene merupakan kelompok utama penikmat animasi, lebih menggemari karakter-karakter animasi luar negeri seperti Naruto, Masha & The Bear, hingga Upin & Ipin, yang memang lebih sering muncul di televisi.

Menurut Andi Martin, kreator karakter superhero Hebring dan CEO Main Studios, penyebab utama animasi lokal jarang muncul di televisi nasional adalah harga episode animasi luar negeri yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga episode animasi dalam negeri. Selisih yang cukup besar inilah yang menyebabkan televisi nasional lebih memilih menayangkan animasi luar negeri.

Melihat situasi ini, Andi Martin dan Dennis Adishwara memutuskan untuk membuat Kratoon Channel, sebuah saluran khusus menampilkan animasi Indonesia. Kratoon Channel yang diluncurkan tepat pada Hari Pahlawan, 10 November ingin menyediakan media alternatif bagi animasi-animasi lokal.

“Ide membuat Kratoon Channel berangkat dari diskusi dengan teman-teman animator. Karya-karya mereka sulit sekali diapresiasi dan masuk ke televisi. Dari diskusi tersebut, kita berpikir, kalau karakter kita tidak masuk televisi, karakter kita tidak akan populer. Maka dari itu kita harus mencari cara lain. Salah satu jalan adalah melalui internet dan media sosial.” Kata Andi Martin, yang berperan sebagai CEO dari Kratoon Channel.

Dannis Adishwara, co-founder Kratoon Channel dan CEO Layaria.com lebih jauh lagi menjelaskan, “Kratoon Channel akan memanfaatkan berbagai media sosial mulai dari Facebook, Instagram, Youtube, hingga Dailymotion. Karakter-karakter yang boleh masuk di Kratoon Channel pastinya adalah karakter dengan cerita yang mengandng pesan positif, karena Kratoon menyasar penonton anak-anak usia 5-15 tahun. Kita inginnya selain menghibur, Kratoon Channel juga mengandung pesan yang lebih positif daripada tayangan sinetron di televisi.”

Pada peluncuran Kratoon Channel di Hari Pahlawan kemarin, beberapa karakter animasi lokal seperti Si Juki, REPOEBLYQ QDJY, Budiman, Hebring, Trio Hantu CS, serta Gob and Friends turut serta. Karakter-karakter animasi yang sudah cukup dikenal ini diharapkan dapat menarik para animator lokal lainnya untuk turut serta meramaikan Kratoon Channel. Ke depannya, para animator lokal yang konsisten berkarya akan dapat bergabung dan difasilitasi oleh Kratoon Channel dari tahap produksi, penayangan, hingga pemasaran.

Related article