18 November 2015

Tanggal 31 Oktober lalu, sebagian besar masyarakat dunia merayakan hari Halloween. Di Jepang sendiri, kamu bisa menemukan banyak sekali orang bercosplay dengan tema Halloween. Puncak dari kehebohan saat Halloween dapat dirasakan di Shibuya yang penuh dengan semarak malam Halloween dan membuat daerah tersebut lebih ramai dari biasanya.

Pengaruh acara festival Halloween yang bermula dari negara Barat ini mulai masuk ke Jepang beberapa tahun belakangan dan dipadukan dengan budaya yang sudah ada sebelumnya, yaitu cosplay yang lekat dengan dunia Otaku. Tidak hanya Shibuya, orang-orang dengan cosplay bertemakan Halloween ini juga membanjiri jalan-jalan di daerah Nagoya, dan kota-kota besar lainnya di Jepang. Bahkan beberapa tempat mengadakan acara parade Halloween.

Dikarenakan tingkat penjualan untuk barang-barang yang berkaitan dengan Halloween seperti kostum dan permen yang meningkat tajam hingga mencapai 122 miliar yen (menurut data The Japan Anniversary Association), acara ini juga memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian Jepang.

Di sebuah persimpangan jalan di depan Stasiun Shibuya. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, banyak cosplayer muda yang memenuhi jalanan.

Bahkan pada tanggal 30 Oktober, yang kebetulan jatuh pada hari Jumat di tahun ini, banyak anak muda berkostum yang memenuhi Center Gai di Shibuya, dan hal ini membuat semarak sebelum Halloween atau disebut juga dengan “Halloween Eve”.

Pada tanggal 31 Oktober yang merupakan hari Hallowen, diturunkan sekitar 31,800 personel polisi untuk mengatur keramaian acara ini dari awal hingga selesai.

31 Oktober, di depan Stasiun Shibuya. Jalanan penuh dengan orang-orang dari sore hingga larut malam; hampir seperti terjebak dalam kereta yang penuh penumpang. Personel polisi yang berada dalam mobil di kanan merupakan anggota bagian Humas dari pasukan Anti Huru Hara Kepolisian Metropolitan Tokyo, yang dikenal sebagai “DJ Cop”, yang mengatur keramaian dengan menggunakan pengeras suara dari atas mobil.

Budaya cosplay sebagai bagian dari dunia Otaku tampaknya sudah menyebar di seluruh Jepang, di mana hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang-orang yang berkostum dengan cosplay dari anime atau manga sebagai kostum Halloween mereka.

Di Jepang sendiri, ada beberapa pendapat berbeda dalam merayakan hari Halloween. Seorang komedian Jepang bernama Hitoshi Matsumoto membahas hal ini dalam sebuah acara TV bertajuk “Wide Na Show”. Dalam acara tersebut, dia mengungkapkan dukungannya untuk mengembangkan budaya Halloween yang unik bagi Jepang dan ingin untuk melihat “kostum yang lebih orisinal” dalam acara tersebut.

Di sisi lain, para penghuni perumahan di Shibuya mengeluhkan akan banyaknya sampah yang ditinggalkan setelah acara tersebut selesai dan menyebutnya sebagai “Kebiasaan buruk”, serta meminta orang-orang yang ikut dalam acara Halloween tersebut untuk “Boleh bersenang-senang, tapi tetap menjaga sikap”.

Pukul 5 sore di tempat ganti baju yang terdapat di Jingu Park, Shibuya. Area ini dibuat setelah mempertimbangkan meningkatnya jumlah orang-orang yang menggunakan toilet di stasiun dan swalayan untuk berganti baju dari tahun lalu. Namun karena daerah ini cukup jauh dari pusat keramaian, maka sedikit sekali orang yang menggunakannya.

Halloween di Shibuya tahun ini memberikan lebih banyak kemeriahan dan meninggalkan banyak kenangan. Tak sabar untuk melihat akan jadi seperti apa Shibuya pada Halloween tahun depan nanti.

Related article