1 Februari 2016
gaji seiyuu artis

Selain promosi untuk novel visual tentang membuat novel visual, apa yang benar-benar menjual dari Shoujotachi wa Kouya wo Mezasu?

kesan pertama shoujutachi wa kouya wo mezasu

Tidak memiliki motivasi maupun tujuan apa pun, pada suatu hari teman sekelasnya Sayuki menanyakan apakah Buntarou Houjou mau membantunya mengembangkan permainan komputer. Berhadapan dengan realita novel visual yang gagal terjual, Sayuki yakin ia mampu membuat novel visual yang menarik dan sukses di pasaran dan perjalanan mereka membuat novel visual bermula.

kesan pertama shoujutachi wa kouya wo mezasu
Novel visual G Senjou no Maou

Dalam waktu yang sangat singkat, Sayuki Kuroda (sulih suara oleh Haruka Chisuga yang menjadi Shizuka Sakaki dalam Shirobako) telah berhasil menghimpun teman-temannya untuk bergabung dalam ekstrakurikuler khusus yang sengaja didirikan hanya untuk memenuhi ambisi Kuroda untuk membuat novel visual. Anggota lain, Teruha Ando (Satomi Akesaka) ditemukan Buntarou saat sedang makan siang di sebuah maid cafe di bilangan Akihabara, Yuuka Kobayakawa (Kana Hanazawa) adalah rekan Buntarou di ekskul drama, Atomu Kai yang tiba-tiba diberi peran sebagai sekretaris, dan pertemuan Buntarou dengan gambar random yang terus menerus muncul di toko buku dan akhirnya menemukan ilustrator Uguisu Yuuki (Satomi Sato).

kesan pertama shoujutachi wa kouya wo mezasu
Penggambaran KRL Keikyu seri 600 yang sangat agresif dalam anime ini

Tim yang bekerja begitu cepat di bawah pimpinan Sayuki seolah mengingatkan gaya kepemimpinannya seperti seorang direktur utama sebuah perusahaan. Sekilas tanpa humor dan begitu serius, diam-diam Sayuki begitu antusias dalam menyampaikan rencananya, apalagi saat beradu pendapat dengan Ando.

Reality check, hal lain yang tidak bisa dilewatkan adalah penyebutan budget: bahkan anime sekelas Shirobako sama sekali tidak menyebutkan budget. Bila memperhatikan pengalaman pemain novel visual di Indonesia yang pernah saya wawancarai, mungkin ujaran kesuksesan sebuah novel visual ditentukan 60% dari sampulnya tidaklah begitu jauh-jauh dari kenyataan, selain faktor promosi yang luar biasa masif sebagaimana yang dilakukan minori dengan ef maupun Front Wing dengan Grisaia dan HatsuMira.

kesan pertama shoujutachi wa kouya wo mezasu
Semua sudah siap sedia dan tinggal direalisasikan

Banyak referen yang bisa ditangkap dalam tiga episode awal anime ini; mulai dari Madoka Magica dan G-Senjou no Maou (novel visual Akabeisoft2), referensi terhadap Saenai Heroine no Sodatekata pada episode 2, maupun yuri rasa yaoi (naskah pada episode 3.) Referen yang begitu banyak bagai pisau bermata dua: Gintama akan sangat menyenangkan untuk ditonton bagi yang mengerti dan tidak terasa menyenangkan bagi penonton kasual.

Pada akhirnya, tiga episode pertama ShokoMeza lebih dekat dengan Shirobako ketimbang Saekano, tapi dengan pengembangan karakter yang begitu cepat dan premis cerita yang penuh dengan referen-referen yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah bermain novel visual atau cukup lama berkenalan dengan budaya anime, akan ada banyak kesulitan bagi orang awam untuk mudah menyukai anime ini. Atau berakhir sebagai publisitas untuk membeli novel visualnya (dan menaiki KRL Keikyu.)

KAORI Newsline / Kevin W.

Fakta dan data:

kesan pertama shoujutachi wa kouya wo mezasu

Related article