24 Februari 2016
ghost in the shell

Pada 11 Februari, “Ghost in the Shell Realize Project the Award”, yang merupakan sebuah event di mana pengunjung dapat merasakan teknologi yang ada dibalik Ghost in the Shell, diadakan di Hikarie Hall, Shibuya. Tujuan dari proyek ini adalah untuk merasakan berbagai teknologi futuristik yang ada di dalam Ghost in the Shell.

Selain itu, simposium terpisah yang dihadiri sutradara Kenji Kamiyama (Ghost in the Shell S.A.C.) dan novelis Tow Ubukata yang menulis naskah Ghost in the Shell the New Movie, serta Masahiko Minami dari Universitas Tokyo, juga diselenggarakan.

Tema yang dibahas dalam simposium tersebut berfokus pada tiga tema yang berhubungan erat dengan Ghost in the Shell, yaitu cybernetic bodies, cyber brains, cyberattacks, dan net security. Ubukata memulai pertanyaan yang berhubungan dengan tema cyber bodies, “Alat apa yang digunakan melalui animasi untuk mengekspresikan perbedaan daging, darah manusia, dan cyborg?”, yang dijawab “Sulit untuk menunjukkan perbedaannya melalui animasi” oleh Kamiya. Kemudian ia melanjutkan, “Contohnya, kami menunjukkan sisi robot Motoko Kusanagi seperti tidak berkedip dan ketangkasan yang tidak dimiliki manusia”. Dari jawaban tersebut, Ubukata pun berbagi cerita tentang kesulitan yang dirasakannya sebagai penulis skrip. “Dalam membuat dialog, robot humanoid harus diperlakukan layaknya manusia, tapi Tachikoma dan Logikoma cukup membuat saya kewalahan.” Ujarnya.

Pada topik cyber brains, diskusi semakin melebar ke evolusi di mana artificial intelligence berkembang dengan pesat. Sebagai sutradara film, Kamiyama mengatakan kalau beliau pernah merasakan krisis yang akan terjadi di masa depan, contohnya ketika menulis novel bertema AI. Dia juga menambahkan bagaimana caranya manusia mempertahankan keberadan mereka, dan mungkin itu akan menjadi tema karya Kamiyama yang berikutnya.

Diskusi yang berkaitan dengan tema lainnya pun sempat terjadi di simposium ini, seperti: apakah mungkin mengopi jantung, perlunya belajar di saat external storage sudah dikembangkan, dan network security terbaru.

Untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Ubukata mengatakan, “Hal-hal tersebut bukan cara pandang sederhana seperti yang ada dalam Ghost in the Shell. Kami ingin mempersembahkan dunia futuristik di mana di dalamnya ada drama kemanusiaan. Bukan distopia atau utopia, tetapi apa yang dirasakan bisa tersampaikan di dunia nyata.”

Di lain pihak, Kamiyama melanjutkan dengan mengatakan, “Sudah 15 tahun (sejak Ghost in the Shell S.A.C.), tapi tidak terasa kalau film tersebut sudah lama dibuat dan kontennya semakin berkembang. Melalui diskusi ini, saya rasa kami dapat membuat setting dan cerita baru. Jika ada kesempatan, saya ingin menulis tentang bagaimana AI berkembang, dan bagaimana kita mendefinisikan kehidupan manusia.”

Selama event berlangsung, proyek terbaru dari Ghost in the Shell Realize Project pun diumumkan, yaitu “Tachikoma akan Direalisasikan”. Mereka sudah merencanakan untuk menciptakan 1/2 scale model dan 1/10 scale model yang dapat bergerak dan tersambung ke internet. 1/2 scale model yang saat ini sedang diproduksi sudah diluncurkan pada event tersebut.

Ghost in the Shell Realize Project

AnimeAnime / Shigeyoshi Okimoto

Related article