25 Februari 2016
ambigu tidak jepang

Ketika berbicara dengan orang Jepang, kalian pasti akan dibuat bingung dengan ekspresi ambigu mereke atau bahkan tidak sadar kalau sebenarnya mereka tidak setuju dengan kalian. Di Jepang, menjaga “Wa” / (和) atau keharmonisan sangat terlihat jelas untuk menjaga komunikasi sehingga mereka akan menghindari untuk mengekspresikan ide mereka. Meski orang Jepang mengerti kalau mereka ditolak, hal ini sulit untuk dipahami oleh orang lain. Jadi, mari kita bahas beberapa kalimat yang mengandung makna “Tidak” dalam bahasa Jepang.

1. Saya mau datang, tapi di hari itu…

行きたいけどその日はちょっと・・・
(Ikitai kedo sono hi wa chotto…)

Salah satu kalimat yang sering digunakan untuk mengatakan “Tidak” adalah “Chotto…”. Kata “chotto…” mengandung makna “sedikit”. Jadi ketika seseorang mengatakan “Sono hi wa chotto…”, itu artinya pada hari itu mereka cukup sibuk atau memang tidak ingin pergi. Yang terpenting, tanda baca “…” di akhir kalimat harus dipahami kalau itu tandanya adalah penolakan karena orang Jepang tidak akan menolak atau berkata tidak secara blak-blakan dan berharap kalian menyadari atau mengerti kata setelah tanda baca “…”.

2. Saya tidak bisa di hari itu x2

その日は無理x2(Sono hi wa muri x2)

Saat seseorang mengatakan dia tidak punya waktu luang di “hari itu”, mungkin saja itu benar. Tapi ketika kalian menyarankan alternatif tanggal lain dan mereka mengatakannya lagi, kemungkinan besarnya mereka tidak akan datang di tanggal manapun. Mereka menggunakan kata-kata “hari itu” agar terdengar kalau pada tanggal tersebut mereka memang berhalangan. Tapi, harap dipahami kalau artinya adalah, “Saya tidak begitu mau hang out dengan Anda.”

ambigu jepang

3. Akan saya pikirkan dulu

考えとく(Kangaetoku)

Singkatnya, ketika seseorang mengatakan “Akan saya pikirkan dulu”, kebanyakan dari mereka sudah memutuskan untuk tidak datang. Mereka juga merasa tidak nyaman untuk mengatakan “Tidak” saat itu juga, jadi mereka lebih memilih untuk mengulur waktu.

ambigu jepang

4. Saya akan datang jika ada waktu/jika tidak sibuk/jika bisa

時間があったら行く/あいてたら行く/行けたらいく(Jikan ga attara, iku/Aitetara, iku/ Iketara, iku)

Ini merupakan kalimat yang paling sering digunakan di Jepang, dan mereka kebanyakan berpura-pura “tidak yakin dengan jadwal mereka” sehingga mereka mengatakan akan pergi jika mereka punya waktu. Jika kalian mendengar kalimat ini dan bertanya “Apa Anda akan datang?” lagi, mereka akan menjadi sedikit kesal dan mengatakan, “Saya bilang, saya akan datang jika ada waktu”. Jadi sebaiknya kalian berhati-hati. Tapi pada beberapa kasus, mereka memang benar-benar berpikir untuk datang atau tidak. Jadi, ini memang kalimat yang sulit untuk dipahami.

5. Sorry…

すみません・・・(Sumimasen…)

Sumimasen dalam bahasa Jepang memiliki beberapa arti. Kata sumimasen dapat bermakna “permisi”, “maaf”, atau “terima kasih”. Orang Jepang sering menggunakan kata “Sumimasen” yang menunjukkan arti “Maaf” ketika mereka menolak suatu ajakan, dan ini bermakna “Maaf, saya tidak bisa datang.”

ambigu jepang

6. Sementara ini saya punya waktu luang, tapi…

一応あいてるけど・・・ (Ichiou aiteru kedo…)

Kata “Ichiou” memiliki makna “sementara ini”, dan “Ichiou aiteru kedo” di terjemahkan menjadi “Sementara ini saya punya waktu luang”. Saat ditanya apakah mereka ada waktu luang di tanggal tertentu, ada banyak situasi kapan mereka akan menambahkan kata “ichiou” meskipun mereka tidak sibuk. Karena, mungkin saja mereka sedang memikirkan untuk tidak menerima ajakan kalian tergantung situasi.

7. Saya sudah ada urusan di hari itu, nanti hubungi saya lagi, ya

用事あるからまた今度誘ってね (Youji ga aru kara mata kondo sasotte ne)

Anggaplah kalimat ini sebagai lip service. Bagian awal dari kalimat “ada urusan” mungkin saja bena, tapi semua orang akan mengatakan “Hubungi saya lagi, ya” yang ditambahkan sebagai kesopanan. Dan sebenarnya mereka tidak berharap kalian menghubungi kembali karena jika mereka ingin seperti itu, mereka akan menunjukkan wajah yang penuh penyesalan.

8. Sepertinya saya sudah ada acara keluarga. Saya cek dulu, ya

家族の用事入ってた気がするけど見てみるね (Kazoku no youji gaitteta ki ga suru kedo mite miru ne)

“Urusan keluarga” menjadi topik yang sering digunakan ketika menolak suatu ajakan di Jepang. “Ulang tahun ibu”, “Pemakaman kakek”, atau “Kelulusan kakak/adik” merupakan contoh alasan untuk menolak, dan pelajar sering menggunakan kalimat ini. Beberapa pelajar menggunakan “Pemakaman kakek” sebagai alasan kepada guru mereka agar mereka dapat membolos, dan teman-temannya akan berpikir “Memang mau berapa kali kakeknya meninggal?”. Dalam beberapa kasus, mungkin saja alasan-alasan tersebut benar. Tapi jika kalian mendengar alasan yang sama lebih dari tiga kali, kebanyakan alasan tersebut cuma kebohongan.

9. Saya tidak punya waktu luang hari ini. Tapi lain kali, ayo kita hang-out bersama!

今日はあいてないけど今度遊ぼう! (Kyou wa aitenai kedo, kondo asobou!)

Kalimat ini mirip dengan no.7 dan orang Jepang sering mengatakan kata “lain kali” meski mereka tidak memiliki niat untuk bertemu kembali. Jika kalian bertanya “Kapan?” pada mereka atau mengusulkan tanggal untuk bertemu, mereka akan terlihat bingung.

ambigu jepang

10. “Oh, hari itu, ya… Sepertinya saya ada urusan…”

あ~~あの日はですね~~・・・何か入ってた気が・・・(A~~Ano hi wa desu ne~~… Nani ka haitteta ki ga…)

Di Jepang, sangat penting membaca situasi dalam berkomunikasi. Ini artinya kalian harus merasakan apa yang orang lain pikirkan dan mencerminkannya pada aksi mereka selanjutnya. Saat mengatakan kalimat ini, tapi tidak mengatakan kalau mereka tidak bisa datang, mereka berharap kalian “membaca situasi” kalau mereka tidak ada keinginan untuk hang-out bersama kalian.

Kalian mungkin menyadari bahwa sangat sulit bagi orang Jepang untuk mengatakan “Tidak” atau “Saya tidak bisa datang” dengan tegas karena ada keharusan kalau kalian harus menjelaskan alasannya. Itu sebabnya mengapa orang Jepang membuat alasan-alasan semacam ini untuk menolak yang mungkin sulit dimengerti oleh orang-orang dari negara lain. Jika kalian mendengar orang Jepang menggunakan salah satu kalimat tersebut, jangan dianggap terlalu serius dan terimalah kalau kalimat tersebut merupakan penolakan secara tidak langsung.

Tokyo Girls Update / Serina

Related article