15 Maret 2016
kehidupan sutradara anime

Jika kalian pikir menjadi seorang sutradara anime penuh dengan kegiatan menyenangkan, silakan pikir kembali. Ternyata seorang sutradara anime tidak jarang harus duduk di depan komputer hampir 24 jam, memakan makan malam yang dibeli dari mini market, dan sering tidak tidur untuk bekerja di kantor.

kehidupan sutradara anime

Seperti yang dikutip dari artikel pada website Rocketnews yang baru-baru ini bertemu dengan seorang sutradara anime dari Dream Link Entertainment (DLE), Azuma Tani, yang namanya hanya bisa ditandingi oleh dedikasinya membuat film animasi sebagus mungkin. Orang ini belakangan menghabiskan waktu hampir tiga bulan tinggal di kantor untuk menyelesaikan film yang baru keluar belakangan ini, Glass Kamen Desu Ga (“I’m Glass Mask, So What?”), dan tidak tahu kenapa, bukannya pergi mengambil liburan yang sudah pantas diambilnya, Tani malah meluangkan waktu untuk memperlihatkan kami dunia seorang sutradara anime yang sibuk dan aneh.

kehidupan sutradara anime

Bagaimana rasanya menjadi seorang sutradara anime? Beritahu kami salah satu hari di hidupmu.

Ketika kalian membuat sebuah anime, ada dua fase: menulis dan membuat animasi. Ketika memproduksi Glass Kamen, saya akan bangun sekitar jam 7:30, menonton salah satu acara TV kesukaan saya – “Ama-chan” –  lalu mulai menulis dan menggambar. Sekitar jam 10, orang-orang mulai berdatangan ke kantor, hal ini membuat saya lebih susah berkonsentrasi dalam menulis. Saat itulah biasanya saya ganti ke animasi. Tim saya membuat filter dan memperlihatkan kepada saya hasil yang telah mereka kerjakan, jadi sepanjang hari orang-orang bertanya kepada saya. Saya memberi mereka arah, mana yang bagus, mana yang kurang, dan lain-lain. Saya hampir setiap hari pergi makan siang sekitar jam 2 siang. Saya kebanyakan membeli bento dari mini market atau jika saya merasa ingin makan mewah, saya akan makan ramen di suatu tempat di pojokan dekat dengan kantor.

kehidupan sutradara anime

Jadi kamu lebih banyak di kantor?

Ketika memproduksi Glass Kamen, saya lebih sering tidur di kantor. Saya akan makan malam sekitar jam 10 malam – lagi-lagi ramen atau bento – lalu kembali ke pekerjaan. Saya akan tidur sekitar jam 2 pagi.

Apakah kamu pernah keluar dari kantor?

Saya akan pergi ke studio rekaman untuk mengawasi para pengisi suara beberapa kali, tetapi saya akan meninggalkan kantor, bersepeda ke sana, menghabiskan waktu beberapa menit mendengar mereka, memberikan persetujuan saya, lalu bersepeda kembali ke kantor.

Di manakah kamu tidur?

Saya ada sebuah tikar tatami yang akan saya letakkan di salah satu ruang pertemuan dan saya memakai salah satu boneka besar dari karakter DLE sebagai bantal. Ketika kalian tidur di lantai, kalian akan merasa gatal-gatal, jadi itu bukanlah posisi tidur yang enak. Glass Kamen memakan waktu tiga bulan untuk diselesaikan, dan saya berada di kantor hampir setiap hari – tapi jika kalian menghabiskan waktu di kantor setiap hari, kalian bisa jadi gila. Maka dari itu di akhir produksi, saya lebih banyak pulang ke rumah. Tetapi istri dan anak saya sudah tidur ketika saya sampai, dan saya tidak enak membangunkan mereka di pagi hari.

kehidupan sutradara anime

Jadi, seberapa sering kamu bertemu dengan keluargamu?

Ketika kami mengerjakan Glass Kamen, saya makan malam bersama keluarga saya satu kali.

Apakah kamu ada waktu untuk hobi?

Tidak terlalu banyak. Tetapi saya beruntung karena hobi utama saya adalah bersepeda. Jadi ketika saya pergi ke dan dari kantor, dan ke studio rekaman, saya dapat menikmati waktu bersepeda saya. Saya menggunakan aplikasi mobile bernama Strava; aplikasi ini menyimpan rute, menghitung waktu dan kecepatan rata-rata, dan lain-lain, lalu dibandingkan dengan orang-orang yang bersepeda juga di daerah kalian. Saya dapat dengan bangga bilang saya berada di urutan pertama untuk setiap rute di daerah kantor. Saya pernah beruntung dengan lampu lalu lintas satu kali dan mencetak rekor kecepatan rata-rata 62 km/jam.

kehidupan sutradara anime

Ketika bersepeda, apakah kamu memikirkan anime?

Tidak. Saat itu adalah waktu di mana saya menjernihkan kepala. Saya benar-benar tidak memikirkan apa-apa ketika bersepeda.

Jadi, kapan waktu yang paling kreatif?

Setelah jam 10 malam, orang-orang mulai meninggalkan kantor dan hanya sisa saya dan beberapa orang lainnya. Suasana jadi lebih tenang dan saat itulah saya dapat berpikir secara kreatif. Saya juga banyak minum minuman berenergi dan mengunyah permen karet – saya merasa hal ini membantu saya dalam berpikir. Tetapi suatu hari saya terlalu banyak minum kafein dan dada saya terasa sakit. Saya pikir saya dapat terkena serangan jantung jika begini terus, maka saya mengurangi minum minuman berenergi.

Pada saat ini ketika wawancara, salah satu staf Tani-san memotong secara panik – sesuatu yang berhubungan dengan animasi karakter berjalan – dan Tani harus menolong mereka dengan cepat, memotong wawancara ini menjadi pendek dan memberi contoh dedikasi ekstrim seorang sutradara anime profesional.

Jika kalian berada di Jepang, kalian dapat menonton film terbaru yang dibuat Tani di bioskop. Yang mengerti bahasa Jepang dapat menikmati komedi pendek versi anime di YouTube, walaupun belum ada subtitle bahasa Inggris.

Glass Mask adalah manga perempuan yang terjual paling banyak kedua dari seluruh manga perempuan yang pernah dikeluarkan. Seri ini telah diadaptasi menjadi beberapa anime dan seri live action, tetapi Glass Kamen Desu Ga adalah film bioskop pertama dari adaptasi seri ini.

Tani memberitahu kami cita-cita terbesarnya adalah untuk membuat anime dari dasar untuk pasar Amerika Serikat. Kami berharap cita-citanya dapat tercapai.

kehidupan sutradara anime
kehidupan sutradara anime
kehidupan sutradara anime

Jurnal Otaku Indonesia / Randy

Related article

Komik / Manga Baru