14 April 2016
Final Fantasy Dapatkan 5 Episode Anime

Anak perempuan mengalami, memelajari, dan tumbuh menjadi wanita. Atau itulah yang seharusnya terjadi. Dalam 5 tahun terakhir atau lebih, “Joshi” mungkin merupakan tipe standar dari seorang gadis atau wanita.

Apa Arti dari “Joshi”?

Joshi” merupakan kata dari Bahasa Jepang untuk wanita muda yang rata-rata masih duduk di sekolah menengah atas atau universitas dan mereka berumur 20-an. Dalam aturannya (atau memang sudah seharusnya), onnanoko (anak perempuan) menjadi seorang joshi, kemudian menjadi josei (wanita). Tapi untuk beberapa alasan, hal ini malah sudah berubah.

joshi impian wanita jepang untuk hidup bahagia

Pembuktian Dari Keinginan Untuk Menjadi Muda?

Hal yang paling familiar bagi para pembaca Tokyo Girls Update mungkin adalah joshi-kai, atau biasa dikenal dengan girl’s night out yang yang dulu pernah dibahas.

Photoshoot Joshi-kai
http://tokyogirlsupdate.com/satsuei-joshi-kai-20150545018.html

Love Hotel Joshi-kai
http://tokyogirlsupdate.com/japanese-girls-night-out-at-love-hotel-20140724765.html

Hime-kai
http://tokyogirlsupdate.com/guide/limousine-hime-kai

joshi impian wanita jepang untuk hidup bahagia

Joshi-kai tidak harus seperti yang sudah dijelaskan dalam Tokyo Girls Update. Menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman dan makan malam bersama mereka bisa dikategorikan juga ke dalam joshi-kai.

Joshi-kai adalah hal yang hanya dilakukan oleh wanita “muda” atau yang dilakukan oleh joshi (kalian mungkin bisa mengerti dari sebutannya). Tetapi pertemuan yang dilakukan oleh gadis (wanita?) yang “tidak terlalu muda” juga mulai disebut dengan joshi-kai. Apa pun itu, mereka melakukan hal yang sama. Sayangnya, bagi mereka yang menentang “para wanita mengadakan joshi-kai” ini rupanya tidak suka dengan bagaimana cara para wanita dewasa menyebut diri mereka dengan joshi. Mereka mengatakan bahwa para wanita itu belum dewasa dan tidak mandiri (ini bukan berarti mereka juga menentang pertemuan dengan teman wanita mereka, ya)

Menghabiskan waktu bersama teman sesekali waktu memang menyenangkan. Kalian dapat mengingat kembali kenangan-kenangan di masa lalu, dan juga dapat menghilangkan stres. Tapi, joshi dewasa tidak seperti ini. Mereka masih berpikir mereka masih muda meskipun mereka sudah tidak muda lagi.

Analisa Tentang Joshi

Ada banyak karakteristik joshi, dan menurut stereotip, kebanyakan dari mereka mengerti tentang beberapa value joshi, dan mereka tidak menyangkalnya. Dari pengalaman penulis, banyak anak perempuan di Jepang sangat mempercayai value ini dibandingkan anak perempuan dari negara lain (atau ini bisa juga dibilang hal yang hanya ada di Asia?). Berikut adalah beberapa kriteria joshi yang dipercaya, dilakukan, dan dicontoh.

1. Mote (Populer di Kalangan Pria) adalah No. 1 di Dalam Daftar Mereka

Pernikahan dianggap sebagai impian seorang wanita yang menjadi kenyataan, jadi semuanya mencari “pangeran impian” mereka. Tidak hanya pernikahan, dalam lingkungan sosialnya, mereka akan merasa unggul jika populer di kalangan pria.

2. Berpakaian yang Akan Membuat Mereka Semakin Populer di Kalangan Pria

Tentu saja menjadi fashionable merupakan hal yang terpenting, dan di saat yang sama, mereka akan mengenakan pakaian yang menurut para pria mereka akan terlihat cute.

3. Rambut Yuru-fuwa

Tatanan rambut yang akan membuat seorang gadis terlihat manis dan cantik.

joshi impian wanita jepang untuk hidup bahagia

4. Daya Tarik Terlihat dari Kecerobohan

Mereka melakukannya karena menganggap hal itu cute bagi pria.

5. Teknik Selfie yang Sempurna

Mereka sudah pati tahu angle dan filter yang tepat untuk membuat mereka terlihat sempurna.

6. Bertingkah Bodoh

Tidak dipungkiri kalau ada beberapa orang yang merasa jika hal tersebut bodoh.

7. Membayar Sendiri Ketika Pergi dengan Pria adalah Kekalahan Bagi Mereka

Beberapa mengatakan “Nilai seorang wanita itu dilihat dari seberapa banyak uang yang dikeluarkan oleh pria untuk menghiburnya”.

8. Pekerjaan Pacar = Aku

Ini merupakan faktor lain yang mencerminkan value seorang wanita. Jika seorang wanita mengecani dokter, value yang dimilikinya setara dengan dokter. Tapi jika seorang wanita mengencani 3B (Bandman, Bartender, Beautician, yang dianggap sebagai tiga tipe pria yang tidak dapat membahagiakan wanita), value yang dimilikinya setara dengan pria 3B.

joshi impian wanita jepang untuk hidup bahagia

9. Pensiun Dini Berarti Menikah dan Hidup Bahagia

Mereka semua ingin segera menikah.

Tipe-tipe Joshi

Penjelasan mengenai Joshi tidak berakhir hanya dengan kriteria. Ada beberapa tipe joshi yang dibedakan dari umur mereka.

Anggota Baru Berumur 30-an

1. A Grown-up Lady, Not Woman

Mereka ingin terlihat sebagai wanita yang tahu restoran serta café trendi yang akan menyambut mereka jika mereka berkunjung.

2. Lebih Menekankan Pada Pernikahan

Karena pernikahan merupakan realita, mereka sangat ingin segera menikah meskipun mereka terlihat tidak peduli (tapi mereka punya pacar yang kaya dan berpikir kalau mereka lebih baik dari orang lain).

joshi impian wanita jepang untuk hidup bahagia

Mahasiswi

1. Pecinta Starbuck

Mereka tidak dapat hidup tanpa Starbuck meskipun mereka tidak bisa atau tidak biasa minum kopi! Mereka sengaja melakukan segalanya di dalam kafe yang stylish karena menurut mereka, itu merupakan hal yang keren.

2. Disneyholic

Mereka sangat menyukai Disneyland dan Disney Sea. Kebanyakan dari mereka mengatakan “Kalau aku mengatakan sesuatu yang cute, ya, pasti cute”. Mereka juga sering berceletuk, “Aku ingin menjadi Cinderella” atau “Aku ingin menjadi Tuan Putri”, dan mereka mengatakannya dengan serius.

joshi impian wanita jepang untuk hidup bahagia

3. Mengunjungi Museum dan Art Gallery

Mereka pergi ke museum dan art gallery tanpa tahu atau mengerti eksebisi yang diadakan. Tapi faktanya mereka akan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai “artistik”, “kultural”, atupun “bersejarah” yang akan membuat mereka terlihat cerdas.

4. Mempertanyakan Masyarakat Modern Melalui SNS

Kita mengerti jika setiap orang memiliki opini dan hak untuk mengatakan apa pun, tapi gadis-gadis ini memilih topik pertanyaan yang sangat luas dan sulit, kemudian menyuarakan opini mereka dengan menyalahkan masyarakat modern. Lagi-lagi mereka berpikir bahwa hal ini akan membuat mereka terlihat “cerdas” dan “berbeda” dengan gadis lain. Yang lebih parah lagi, mereka akan mengatakan bahwa masyarakat Jepang salah, dan seharusnya Jepang harus seperti Amerika atau negara lain jika mereka memiliki pengalaman atau mengunjugi negara lain. Mereka mengatakannya bagaikan mereka mengerti tentang negara yang mereka kunjungi hanya dalam beberapa minggu.

5. Tiba-tiba Menjadi Puitis

Ini akan memuaskan keinginan mereka untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari orang lain. Menunjukkan bahwa mereka memiliki opini dan sensibilitas yang berbeda, dengan kata lain mereka bereda dari “kalian”! Mereka dengan sengaja akan men-tweet kalimat “Langit hari ini begitu indah” bersamaan dengan sebuah foto yang diedit dengan vintage filter.

6. Mengebu-gebu untuk Mengisi Buku Jadwal

Semakin penuh jadwal di dalam buku mereka, semakin mereka terlihat seperti riaju (riaju merupakan gabungan kata “riaru” (real) dan “juujitsu” (memenuhi) yang artinya seseorang dengan kehidupan yang sempurna dalam realita)

Penulis hanya ingin menekankan bahwa tidak semua anak perempuan setuju dengan penjelasan di atas, tapi ada mayoritas anak perempuan yang cocok dengan tipe-tipe di atas. Jika kalian melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, mereka hanya ingin terlihat memiliki percaya diri sebagai seorang wanita. Mereka ingin terlihat bagus dan bahagia. Menurut penulis semua orang dapat mengerti hal-hal tersebut. Kita juga dapat mengatakan bahwa joshi berkontribusi besar dalam meciptakan budaya kawaii di Jepang, dan kita harus tetap memerhatikannya di masa depan.

Tokyo Girls Update / Zoomie

Related article