10 Mei 2016
rahasia jepang mudah tidur di kereta

Salah satu pemandangan unik saat berada di Jepang adalah kita akan sering melihat orang Jepang sangat mudah tertidur di kereta. Di Indonesia sendiri, hal ini juga sering terjadi terutama di malam hari. Namun di Jepang, pemandangan ini akan ditemukan disetiap waktu, tidak perduli itu pagi, siang, ataupun malam. Apakah orang Jepang memang hobi tidur di perjalanan?

Alasan logis tentang hal ini tentu saja karena kesibukan bekerja orang Jepang yang kadang melewati batas. Hal ini tentu membuat badan mereka dalam keadaan lelah sehingga mudah tertidur di kereta. Alasan lainnya adalah adanya kultur di Jepang yang bernama Inemuri atau jika di Indonesia dikenal dengan tidur ayam.

Seorang dokter di Jepang yang bernama Takuro Endo dalam satu acara di televisi pernah membahas masalah ini dan mencoba mengkajinya.

“Kalau mata kita sipit maka akan cepat tertidur sambil duduk, mungkin lelah baca buku atau koran,” ujar Endo seperti yang kami kutip dari laman tribun news.

Hal ini dibuktikan dengan suatu penelitian, enam orang bermata besar dan enam orang bermata sipit. Setelah 10 menit duduk sambil baca buku, sudah ada dua orang yang bermata sipit langsung tertidur.

Setelah 30 menit sebanyak lima orang bermata sipit sudah tertidur dan satu lagi hampir tertidur. Sedangkan yang bermata besar hanya tiga orang saja yang tertidur. Lainnya, tiga orang bermata besar masih asyik membaca sambil duduk.

Bukan Jepang namanya jika tidak menghubungkan suatu fenomena dengan sejarah mereka. Beberapa orang menyebutkan kenapa orang Jepang mudah tertidur dan terbangun di kereta adanya spirit samurai. Hal ini beranjak dari kebiasaan seorang samurai di zaman dahulu yang tidur di tengah malam akan seketika terbangun ketika ada yang melintas di kamarnya dan langsung menghunus pedangnya.

Ichiro Tanaka, salah seorang penulis buku tentang Inemuri yang selama 20 tahun terakhir melakukan penelitian tentang kebiasaan tidur orang Jepang ternyata juga mengakui adanya spirit samurai ini.

“Orang Jepang memang sensitif dan mungkin terbiasa. Walaupun tertidur, ada sesuatu bahaya mendekatinya dan sampai kereta di stasiun yang dituju, langsung terbangun. Bisa juga karena memang sudah kebiasaan sejak lama hal ini dilakukan banyak orang Jepang,” ujarnya.

Tanaka juga tak menapik jika udara sejuk di kereta Jepang memicu banyak orang yang ingin tidur di kereta.

“Saya menemukan ada orang khusus datang ke stasiun naik kereta hanya untuk bisa tidur saja, karena di rumahnya mungkin tak bisa tidur,” lanjut Tanaka.

Sementara seorang petugas kereta api Seibu, Eiji Kondo menegaskan bahwa kereta api dibuat tidak ada yang diperuntukkan agar membuat penumpangnya tertidur.

“Mungkin karena kereta api nyaman, ada AC atau pemanasnya yang baik, ruang yang baik, tempat duduk yang empuk, jalan kereta yang lurus nyaman dan tak ribut, ada peredam khusus pada kereta sehingga tidak berisik, membuat kereta api Jepang nyaman dinaiki penumpang dan membuat mereka tertidur jadinya,” ungkap Kondo.

Faktor keamanan juga menjadi pendukung orang Jepang bisa leluasa tertidur di kereta tanpa memperdulikan barang bawaannya akan dicuri penumpang lain saat terlelap.

“Bukan hanya itu, suasana aman di jepang juga ikut mempengaruhi. Barang yang dibawa penumpang tak takut dicuri karena Jepang aman, sehingga penumpang pun terasa nyaman, walaupun tertidur, tak takut barangnya dicuri, makanya mudah tertidur,” tutup Tanaka.

The Daily Japan / Redaksi

Related article