16 Juni 2016
mamachari sepeda bycicle jepang

Untuk berjalan-jalan di Jepang, kalian tidak perlu menggunakan mobil kecuali kalian memang tinggal di daerah pinggiran atau daerah yang jauh dari pusat kota. Kereta dan bus yang beroperasi sesuai jadwal serta lahan parkir yang sedikit dan jauh akan membuat kalian malas menggunakan mobil. Biasanya jika kalian hanya pergi membeli bahan makanan atau tempat tinggal kalian hanya berjarak 10-15 menit dari stasiun, sepeda merupakan kendaraan penting yang harus kalian punya.

mamachari sepeda bycicle jepang

Menggunakan sepeda akan menghemat biaya trasportasi, apalagi jika kalian memilih mamachari (gabungan dari kata mama dan chari. Istilah slang untuk sepeda). Kalian akan menemukan road bike, sepeda gunung, sepeda dengan style pista, dan sepeda BMX, akan tetapi mamachari adalah sepeda yang paling banyak di gunakan oleh orang yang tinggal di Jepang. Kalian dapat membeli mamachari baru seharga 10.000 yen di Don Quihote bahkan di supermarket. Mungkin beberapa ada yang trauma dengan sepeda murah yang dibeli di toko sepeda di negara kalian. Tapi mamachari tidak akan mengecewakan kalian! Sepeda ini akan awet selama kalian merawatnya dengan baik.

mamachari sepeda bycicle jepang

Ciri khas mamachari berada pada frame-nya yang membuat orang yang mengendarainya merasa bebas (ini berkaitan dengan pakaian apa yang dikenakan). Fender yang digunakan untuk menutupi ban dan penutup rantai mencegah pakaian tidak kotor. Selain itu, sepeda ini dilengkapi dengan keranjang di bagian depan dan rack dibagian belakang. Stangnya juga dilengkapi dengan tuas rem untuk roda depan (caliper) dan roda belakang (drum), serta bel yang digunakan untuk memberi tahu pejalan kaki kalau kalian sedang melintas. Di malam hari, kalian dapat menyalakan lampu depan yang menggunakan tenaga dari perputaran roda depan. Kalian cukup menggunalan kickstand dan menguci roda belakang ketika sampai di tujuan.

mamachari sepeda bycicle jepang

Karena sudah terlalu banyak, sepeda ini jarang sekali dicuri. Jadi kalian tidak perlu repot-repot untuk mengunci atau merantainya agar aman. Bahkan banyak yang lupa menguncinya dan sepedanya pun masih terparkir di tempatnya. Kalian hanya cukup mengingat di mana kalian memarkir dan mengingat bentuknya karena sepeda ini baik bentuk dan warnanya sangat mirip satu sama lain. Jika kalian memarkirnya terlalu lama di daerah yang bukan parkiran sepeda, maka mamachari kalian akan disita oleh petugas. Untuk menebusnya, kalian harus membayar 3.000 yen! Tapi sayangnya, bagi orang Jepang hal ini bukan menjadi masalah karena mamachari sudah dianggap sebagai barang sekali pakai.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang harus kalian ketahui tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika bersepeda di Jepang (tapi masih ada saja yang melanggarnya). Kalian tidak perlu ikut-ikutan hanya karena orang lain melakukannya, ‘kan? Itu akan membuat kalian terlihat tidak keren.

Jangan mengendarai sepeda di trotoar! Kecuali ada tanda untuk sepeda, trotoar di Jepang cukup sempit dan hanya cukup untuk 2-3 orang pejalan kaki. Meski ada tanda untuk jalan sepeda, pejalan kaki bebas memilih jalan mana yang akan mereka lalui. Sebaiknya hindari jalanan yang banyak pejalan kaki. Kalian juga jangan mengendarai mamachari di atas tangga, ya. Tapi, ibu di dalam video berikut pasti sudah dilatih dan profesional.

Jalan-jalan di Jepang biasanya tidak terlalu luas, selain itu banyak mobil dan truk yang parkir di pinggir jalan agar pak supir bisa dengan mudah melakukan pengiriman barang atau membeli barang di toko. Kalian harus memperhatikan mobil yang berlalu lalang ketika mengendarai sepeda dan juga berhati-hati. Selain itu, perhatikan juga para pengendara motor karena mereka akan mengambil jalur sepeda (jika ada) saat menunggu lampu merah. Jika mengendarai sepeda di jalan besar, kalian harus mengikuti aturan lalu lintas, yaitu tetap berada di sisi kiri jalan. Karena jika kalian ketahuan melawan arus, kalian akan didenda bahkan dipenjara.

Jangan mengendari sepeda sambil memegang payung, ponsel, atau buku. Ini memang terdengar umum, tapi masih ada saja yang melakukannya! Menggunakan payung memang masih masuk akal karena tidak semua orang memiliki jas hujan, tapi ini cukup berbahaya ketika angin sedang kencang dan payung akan menutupi pandangan kalian, bahkan jika kalian menggunakan payung dari bahan plastik transparan. Tidak menggunakan ponsel atau membaca buku seharusnya sudah menjadi logika semua orang, tapi kalian jangan terkejut jika melihat ada saja orang yang mencoba “multitasking” ketika mengendarai sepeda. Kalau menonton video di atas, kalian akan melihat si pengendara sepeda akan berhenti dulu sebelum menjawab teleponnya.

mamachari sepeda bycicle jepang

Kalian juga dilarang membonceng orang kecuali mamachari kalian dilengkapi dengan baby seat. Lupakan semua adegan romatis yang kalian lihat di dalam anime atau drama karena pak polisi akan menyetop kalian! Bagi mereka yang memilik baby seat diperbolehkan membonceng dua orang anak, tapi kalian juga akan menemukan orang yang membonceng tiga anak!

Mamachari memang tidak bisa dikatakan cool, tapi mamachari merupakan salah satu alat transportasi kalau dilihat dari kegunaannya. Karena menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang, ada lomba balap sepeda mamachari atau event mengedarai mamachari mengelilingi Jepang. Nah, sekarang model sepeda apa yang banyak digunakan di negara tempat kalian tinggal? Apakah banyak orang yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi?

Tokyo Girls Update / Okkun

Related article

Komik / Manga Baru