13 Juni 2016
10 manga awal indonesia paling terkenang

Tak terasa, sudah nyaris tiga dasawarsa manga terjemahan hadir di Indonesia. Sebagian dari pembaca manga saat ini pastinya tidak pernah merasakan masa-masa ketika Indonesia tidak mengenal manga satu judul pun. Pertama kali terbit di pasaran Indonesia pada tahun 1990, manga berderap merebut pasar komik di Indonesia yang tadinya dikuasai oleh komik-komik asal Eropa dan dalam negeri.

Sampai sekarang, masih ada saja yang ‘menyesali’ pengaruh manga yang sedemikian dahsyat baik di kalangan pembaca maupun komikus Indonesia. Namun tak bisa dibantah, manga yang hadir dengan berbagai tema dan cerita, yang disediakan bagi target pasar yang beraneka ragam, baik laki-laki maupun perempuan maupun siapa saja, anak-anak maupun dewasa maupun segala umur, telah berhasil memikat hati sedemikian banyak pembaca. Bila ditanya, kalian pun mungkin bisa dengan cepat menyebutkan judul manga yang telah berpengaruh sangat besar dalam kehidupan kalian.

Berikut ini adalah sepuluh dari berbagai judul manga awal yang diterbitkan di Indonesia yang paling terkenang pilihan kami, diurutkan berdasarkan tahun asli terbitnya di Jepang. Sebagian telah diterbitkan ulang, sehingga kalau dulu kalian belum sempat membacanya, kalian bisa ikut menikmatinya sekarang.

1. Doraemon (penerbitan asli di Jepang: 1969–1996)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Nama Doraemon karya Fujiko F. Fujio jelas harus disebutkan paling awal. Berkat manga dan juga animenya yang ditayangkan di televisi, rasanya sebagian besar orang Indonesia berusia empat puluh tahun ke bawah dengan akses ke toko buku dan televisi tahu tentang robot kucing berwarna biru ini. Kisah petualangan Doraemon, Nobita, dan teman-teman mereka yang penuh keseruan dan peralatan canggih idaman membuat anak-anak mudah terpikat. Akuilah, bahkan sampai sebesar ini pun, kamu masih sering mengkhayalkan betapa enaknya memiliki peralatan Doraemon seperti ‘Pintu ke Mana Saja’, kan?

2. Rose of Versailles (1972–1973)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Sungguh suatu pilihan tepat menerbitkan manga fenomenal Berusaiyu no Bara (Berubara) karya Ikeda Riyoko di Indonesia. Berubara adalah salah satu tonggak penting dalam dunia shoujo manga. Kompleksitas cerita berlatar belakang revolusi Prancis juga membuka mata bahwa shoujo manga bisa menjadi medium berkisah yang dapat dikatakan ‘berat’, sekaligus secara kontras menunjukkan bahwa sejarah pun bisa disampaikan dengan menarik dan emosional dalam bentuk komik.

3. Candy Candy (1975–1979)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Candy Candy hasil kolaborasi Mizuki Kyoko dan Igarashi Yumiko sebenarnya terlebih dahulu masuk ke Indonesia dalam wujud anime yang didistribusikan sebagai video Betamax melalui pusat-pusat penyewaan. Maka ketika manganya kemudian diterbitkan di Indonesia, tak heran para penggemar menyambarnya dengan sukacita. Kisah hidup Candy yang yatim-piatu dan kerap dirongrong kesusahan namun menghadapi itu semua dengan tabah dan ceria terbukti ampuh membuat pembaca kecantol.  Dijamin, sampai sekarang juga para penggemar Candy Candy masih terkadang bertanya: “Jadi kamu lebih suka Anthony atau Terry?”

4. Topeng Kaca (1976–sekarang)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Drama yang tidak habis-habis, itulah Topeng Kaca alias Garasu no Kamen karya Miuchi Suzue. Pertama kali diterbitkan tahun 1976, berarti tahun ini sudah genap empat puluh tahun manga ini berjalan. Dari mulai zaman belum ada telepon genggam sampai zaman smartphone, Maya masih berupaya keras meraih cita-citanya baik dalam dunia teater maupun dalam percintaan.

5. Pank Ponk (1976–1991)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Pank Ponk adalah manga tentang seekor babi... eh kelinci, yang lebih tepat disebut menyebalkan daripada menggemaskan. Bayangkan saja kalau kamu menjadi Bonnie, si pemilik Pank. Apa malah tidak stres menghadapi kelinci yang kerap mendatangkan kekacauan itu? Tapi tawa kita pasti terpancing ketika membaca setiap episode manga karya Tachiiri Haruko ini. Secara mengejutkan Pank Ponk meraih status ‘cult’ dan menjadi salah satu judul paling dicari – dengan harga yang meroket tentunya – di pasar buku bekas.

6. Pop Corn (1977–1984)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Seito Shokun! karya Shouji Youko yang diterbitkan di Indonesia sebagai Pop Corn menggambarkan pertumbuh-kembangan sejumlah remaja sejak mereka SMP, terus ke SMA, sampai mereka duduk di bangku kuliah dan menata hidup mereka kemudian. Selain menggambarkan berbagai wajah kehidupan remaja di Jepang pada masanya, Seito Shokun pun berani memasukkan masalah kekerasan seksual dan mempertanyakan kemunafikan masyarakat Jepang. Dan meskipun berlatar Jepang, pasti banyak yang dilalui kelompok sahabat ini sewaktu bertumbuh besar yang juga terasa akrab bagi kita.

7. Serial Mari-chan (1980-an)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Sejumlah judul Mari-chan karya Uehara Kimiko yang semuanya berfokus pada upaya seorang gadis kecil untuk menjadi balerina hebat, punya daya pikat sendiri bagi pembaca muda, dan mungkin masih menjadi guilty pleasure para pembacanya yang sekarang sudah dewasa. Ketika kemudian manga balet yang ditujukan untuk pembaca yang lebih dewasa dengan tema yang lebih berat, Swan, ikut diterbitkan di Indonesia, nama tokoh utamanya sampai-sampai ikut diganti menjadi Mari.

8. Akira (1982–1990)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Penerbitan Akira, yang penuh kekerasan dan muatan kontroversial, di Indonesia memang mengejutkan. Toh hanya beberapa volume yang sempat diterbitkan. Banyak penikmat komik yang sangat menyayangkan penghentian penerbitan karya Otomo Katsuhiro ini, karena Akira menghadirkan tema, cerita, dan tampilan artistik yang berbeda dibandingkan kebanyakan manga dan komik yang diterbitkan di Indonesia saat itu. Sampai kini, belum ada langkah untuk menerbitkan ulang manga fenomenal ini.

9. Kungfu Boy (1983–1997)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Kungfu Boy – berjudul asli Tekken Chinmi – yang epik karya Maekawa Takeshi adalah jembatan yang bagus bagi pembaca komik Indonesia yang sebelumnya lebih akrab dengan komik silat untuk mengenal manga. Perjalanan Chinmi menjadi ahli kungfu sungguh menarik karena tidak hanya berisikan adegan berantem, melainkan juga banyak kebijaksanaan dan pelajaran hidup. Sangking popularnya Kungfu Boy, nama tokoh utama karya Maekawa berikutnya yang diterbitkan di Indonesia, Breakshot, ikut diganti menjadi Chinmi oleh penerbit di sini.

10. Si Cerdik Michael (1984–1989)

10 Manga Awal di Indonesia yang Paling Terkenang

Si Cerdik Michael, alias What’s Michael? karya Kobayashi Makoto, bertutur tentang keseharian Michael, si kucing gendut berbulu ginger, bersama kucing-kucing lain dan manusia-manusia di sekitarnya. Seperti juga Pank Ponk, manga terjemahan Michael juga telah mendapat cap ‘cult’ lho.

Bagaimana denganmu? Manga terjemahan awal mana yang paling terkenang olehmu? Masihkah kamu memiliki manga-manga terjemahan itu?

 

Tyas Palar
twitter @tyaspalar
https://lompatlompat.wordpress.com/

Related article