28 Juni 2016
pengaruh indonesia dalam dakwah islam di jepang

Republika - Muslim Indonesia banyak berperan mendukung aspek wisata halal di Jepang. Dari segi jumlah wisatawan saja, dalam dua tahun terakhir Indonesia menyumbang lebih dari 300 ribu wisatawan ke Jepang.

Sebagian besar wisatawan Muslim. Sementara, Nippon Asia Halal Association (NAHA) yang berwenang mengeluarkan sertifikasi halal beberapa kali bertandang ke MUI untuk mempelajari seluk- beluk sertifikasi.  Imigran terbesar Bahkan, Muslim Indonesia adalah kelompok imigran terbesar di kalangan komunitas Muslim di Jepang.

Hirofumi Tanada dalam Muslim Population in the World and Japan 2011 mencatat populasi Muslim di Jepang berkisar 100 ribu orang pada 2011. Mayoritas Muslim ditempati oleh pendatang asal luar negeri sebanyak 91.744, kemudian diikuti Muslim asli Jepang sebanyak 11.189, dan imigran Muslim ilegal sekitar 2.632 jiwa.

Profesor asal Waseda University, Tokyo, ini juga membeberkan data, berdasarkan asal negaranya, komunitas Muslim terbesar di Jepang berasal dari Indonesia, dengan jumlah 21 persen. Peringkat itu disusul Filipina 12 persen, Cina 11 persen, Pakistan 11 persen, Bangladesh 10 persen, dan Malaysia 6 persen.

Selain itu, ada pula kelompok pendatang asal Iran, Thailand, India, Turki, Nigeria, Mesir, Rusia, Afghanistan, dan beberapa negara lain.Ada beberapa faktor yang mendukung peningkatan populasi Muslim di Jepang.

Tanada mengungkapkan, salah satu faktor utama adalah pertukaran mahasiswa Muslim ke Jepang dan migrasi para pekerja yang turut menyebarkan Islam. Sebagian kemudian menetap dan menikah dengan penduduk asli Jepang.
Proses konversi melalui jalur perkawinan ini cukup banyak berkontribusi terhadap kelahiran generasi baru Muslim Jepang.

Muslim Indonesia di Jepang terbentang dalam cakupan spektrum beragam. Ada pelajar, mahasiswa, akademisi, peserta training, perawat, pekerja, pengusaha, serta Muslim yang menikah dengan orang asli Jepang. Mereka tergabung dalam beberapa perkumpulan.

Yang aktif berkegiatan ada KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia), PPI Jepang, dan Persaudaraan Muslim Indonesia Jepang (PMIJ). Ormas Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah, NU, KAMMI dan FLP, juga men dirikan cabang di negeri itu.

Sementara, beberapa daerah yang menjadi kantong komunitas Muslim Indonesia memiliki perkumpulan sendiri. Arif Ahmad yang tinggal di Osaka misalnya, bergabung dalam Osaka Muslim Community. Komunitas tersebut sering mengada kan agenda silaturahim dan menghadirkan ustaz- ustaz dari Indonesia.

The Daily Japan / Redaksi

Related article