Wawancara dengan Pengisi Suara Sebastian dari Black Butler, Ono Daisuke!

Wawancara dengan Pengisi Suara Sebastian dari Black Butler, Ono Daisuke!

8 Februari 2017
Wawancara Sebastian Black Butler Ono Daisuke

Black Butler (Kuroshitsuji) menceritakan kisah Earl Ciel Phantomhive, seorang anak laki-laki yang hidup di akhir abad 19 Inggris yang membuat perjanjian dengan iblis bernama Sebastian. Mereka berdua bertugas menguak peristiwa-peristiwa misterius yang terjadi di Inggris demi Ratu Elizabeth. Manga yang sampai sekarang masih diserialisasikan di Majalah Bulanan GFantasy terbitan Square Enix ini telah mendapatkan tiga adaptasi seri TV anime, satu OVA, dan setelah delapan tahun penayangan anime pertamanya, mendapatkan adaptasi film layar lebar dengan judul Black Butler: Book of the Atlantic.

Ono Daisuke telah memerankan Sebastian selama delapan tahun. Baginya, berperan sebagai sesosok iblis yang bertugas sebagai butler dalam layar lebar merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Film ini mengangkat arc Kapal Pesiar yang membentang sepanjang lebih dari 4 jilid manga. Bagi Ono-san, arc ini merupakan arc spesial di mana kita bisa melihat sisi lain dari Sebastian.

Ini merupakan adaptasi animasi pertama dari arc Kapal Pesiar sekaligus adaptasi film layar lebar pertama Black Butler, ya.

Ono: Menurutku, arc Kapal Pesiar ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar. Seperti namanya, ceritanya akan berskala besar. Black Butler mengemas elemen horor, aksi, komedi dan kupikir bagian cerita ini memiliki semua daya tarik tersebut. Baik sebagai performer maupun sebagai penggemar karya ini, aku sangat senang seri ini akan diadaptasi ke layar lebar.

Kita akan melihat sisi lain dari Sebastian yang terperangkap di pertarungan sengit dan tidak bisa menahan dirinya. Ketika anime-nya pertama kali dimulai, Ono-san diminta untuk tidak terlalu menunjukkan emosimu, ya, bagaimana kamu akan memerankan Sebastian di film ini?

Ono: Sutradara sekaligus penanggung jawab suara Abe Noriyuki-san mengatakan, “Sampai sekarang aku memintamu untuk sebisa mungkin menahan emosimu, tapi kali ini kamu bisa berbuat sesukamu.” Begitulah permintaan Abe-san dan Toboso Yana-sensei. Di sini Undertaker muncul sebagai musuh yang kuat dan membuat Sebastian terdesak. Pada bagian ini, aku diminta untuk mengeluarkan semua yang aku tahan selama delapan tahun. Rasanya seperti hadiah bagiku.

Wawancara Sebastian Black Butler Ono Daisuke

Apakah ada yang berubah selama delapan tahun berperan sebagai Sebastian?

Ono: Secara teknis, berkat Sebastian, sekarang aku jadi bisa konsisten menggunakan suara rendah. Saat pertama berperan sebagai Sebastian, aku berkali-kali diminta untuk lebih merendahkan suaraku, mengabaikan infleksi, dan tidak terlalu menampilkan emosi. Bisa dikatakan itu masa yang sangat sulit. Aku sangat khawatir tidak bisa mengekspresikan apa pun, tapi berkat itu aku jadi punya keberanian untuk mengurangi emosi dalam suaraku. Kurasa pengalaman ini banyak memengaruhiku dalam peran-peran selanjutnya. Dengan berperan sebagai Sebastian, jangkauan suaraku semakin berkembang dan jenis peran yang bisa kulakukan pun bertambah. Aku bisa mengambil peran yang sebelumnya tidak bisa kulakukan, seperti menjadi tokoh yang lebih tua atau tokoh yang sangat tangguh. Ini merupakan kesempatan sekali dalam seumur hidup.

Di film ini, Sebastian bertarung melawan dewa kematian Grell dan Ronald, begitu juga dengan Undertaker. Penuh dengan adegan aksi, ya?

Ono: Aku diberi tahu Toboso-sensei untuk bebas berperan kali ini dan karena terdapat banyak ad-lib pada adegan aksi, Sebastian menjadi seperti Sebastian yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dewa kematian Grell dan Ronald adalah karakter yang aktif, jadi adegan aksi dengan mereka pun secara alami menjadi energik. Aku berpikir, “Kalau Sebastian bertarung dengan serius, dia akan bernapas seperti ini, haha.”

Wawancara Sebastian Black Butler Ono Daisuke

Apa Ono-san punya bagian favorit dalam film ini?

Ono: Kurasa sorotan utama dari film ini adalah hampir seluruh tokoh utama muncul. Ada juga flashback saat Ciel bertemu Sebastian pertama kali. Aku sangat menyukai bagian ini. Ciel memberi Sebastian nama, “Mulai sekarang, namamu Sebastian.” Sebastian kemudian bertanya, “Apakah itu nama butler Anda sebelumya?” Ketika Ciel menjawab, “Bukan, itu nama anjingku,” Sebastian hanya bisa berpikir kesal, “Aku bekerja kepada anak yang perangainya luar biasa buruk.” Aku merasa arus percakapan itu sangat cocok mereka berdua.

Itulah awal dari hubungan tuan dan butler, ya.

Ono: Jiwa manusia memiliki sisi yang mulia dan juga sebaliknya, kedua sisi yang bertentangan itu adalah Black Butler. Kita bisa melihatnya dari adegan dalam film ini: Sebastian bisa dianggap sempurna, tapi ternyata dia tidak mengerti mengenai dunia bangsawan yang membuat Ciel harus mengajarkannya. Sebaliknya, Sebastian memberikan Ciel kekuatan untuk merubah hidupnya. Ciel dan Sebastian adalah satu hal kesatuan. Bisa memerankan titik awal yang menampilkan sisi yang berbeda ini dan dapat melihatnya di layar lebar membuatku sangat gembira dan memerankannya pun sangat menyenangkan, haha.

Saat berperan sebagai Sebastian, bagaimana cara Ono-san membuat perasaan yang tepat?

Ono: Awalnya, aku selalu merasa seperti berperan sendirian. Karena tidak ada emosi, kupikir aku harus membuat peran ini sendirian. Separuh season pertama, aku mulai menyadari kalau tidak akan sempurna apabila aku bersikeras melakukannya sendirian. Karena itu kali ini, saat berperan kembali dalam Black Butler setelah sekian lama, aku lebih mendengarkan suara karakter lain, terutama Ciel. Ketika kamu membuat sesuatu sendirian, hal itu menjadi sesuatu yang hanya diketahui dirimu sendiri. Semuanya menjadi buram. Hal ini mungkin mirip dengan hubungan antara karakter. Sebastian memang sendirian sebagai iblis, tetapi saat bertemu Ciel, di situlah dia berada. Dia tidak akan berada di sana tanpa Ciel. Sebastian dan Ciel adalah dua orang, tetapi merupakan satu kesatuan. Makanya dengan mendengarkan suara Sakamoto Maaya-chan, Sebastian dapat muncul.

Wawancara Sebastian Black Butler Ono Daisuke

Dengan mendengarkan Ono-san berbicara mengenai Black Butler, kita semua bisa melihat kecintaanmu terhadap para karakter dan seri ini. Bagaimana perasaan Ono-san memerankan peran yang sama selama delapan tahun?

Ono: Aku pernah melakukan banyak hal untuk siaran radio dan event selama 10 tahun, tapi aku belum pernah bekerja untuk satu anime selama delapan tahun. Ini waktu terlama bagiku untuk bekerja dalam satu anime. Tapi, Toboso-sensei dan semua staf sangat menyukai Black Butler dan itu tidak akan berubah. Setiap ada seri baru yang direncanakan dan setiap kali aku berperan sebagai Sebastian, rasa sukaku terhadap Black Butler terus bertumbuh.

Dan dengan berlanjutnya karya ini, maka jumlah penggemar pun akan terus bertambah, ya.

Ono: Setelah berperan selama delapan tahun, aku mendengar banyak anak muda yang mengatakan kalau mereka menyukai Black Butler. Karya yang populer seperti ini dan terus berlanjut diserialisasikan akan terus mendapatkan adaptasi anime. Hebat sekali rasanya.

Karya ini juga tidak pernah melemah walaupun terus belanjut dalam waktu yang lama. Dunia dalam cerita ini menjadi semakin dalam, begitu pula dengan misterinya. Ono-san sebelumnya mengatakan kalau kamu adalah penggemar seri ini. Sebagai penggemar, menurut Ono-san apakah daya tarik dari Black Butler?

Ono: Aku sebelumnya mengatakan bagaimana arc Kapal Pesiar ini memiliki semua daya tarik dari Black Butler, tapi menurutku Black Butler sendiri memiliki seluruh daya tarik dari sebuah komik. Contohnya, adaptasi film kali ini memiliki unsur horor dan suspense. Terdapat juga adegan aksi dan drama karakter yang serius, dan bukan Black Butler namanya kalau tanpa humor. Semuanya dikemas menjadi sebuah film yang menarik. Bagian indah dan kotor dari manusia pun ditampilkan dengan jelas. Lalu, ada yang ingin kutanyakan kepada Toboso-sensei. Setiap mendengar kalimat Sebastian, “akumade* shitsuji desu kara (Saya hanya seorang butler)”, aku ingin mengatakan, “Sensei hanya ingin mengatakan kalimat ini saja, ‘kan?” haha. Menurutku kalimat itu sangat mewakili Black Butler, baik dari sisi permainan kata-katanya maupun dari sisi gaya.

(*kata “akuma” dalam kalimat Sebastian yang berarti “hanya” juga bisa diartikan sebagai “iblis”)

 

Wawancara Sebastian Black Butler Ono Daisuke

 

Kalimat itu memang menangkap seluruh esensi Black Butler, ya.

Ono: Sekarang ini tidak banyak seri yang memiliki catchphrase, tapi Black Butler terus menggunakannya. Kurasa ini sangat menarik dan aku berharap hal ini akan terus berlanjut.

Kalimat itu juga menangkap perasaan Sebastian yang menginginkan jiwa Ciel.

Ono: Ini hanya tebakanku saja, kurasa Toboso-sensei membuat chapter pertama hanya untuk membuat Sebastian mengatakan kalimat “Saya hanya seorang butler” saja. Tapi, ketika melihat hubungan Ciel dan Sebastian dalam film ini, pengaruh dari kalimat tersebut benar-benar terlihat. Cerita Black Butler berpusat pada kalimat ini yang kemudian berkembang ke berbagai arah. Di permukaan, hubungan tuan-butler antara Ciel dan Sebastian terlihat indah, tapi kalimat tersebut juga mengingatkan kita bahwa Sebastian adalah iblis. Jadi, jangan pernah meremehkannya. Kalimat inilah yang muncul pertama kali apabila kita memikirkan Black Butler, begitu juga bagi orang yang tidak terlalu mengenal seri ini. Aku sangat mengagumi Toboso-sensei yang bisa terus menulis cerita yang indah dan gelap selama 10 tahun ini.

Apakah ada yang ingin dikatakan kepada para penggemar Black Butler dan semua yang akan menonton film Black Butler: Book of the Atlantic ini?

Ono: Kompilasi Black Butler ini dibuat untuk para penggemar yang selama ini selalu mendukung kami. Film ini memiliki semua daya tarik seri ini dan kurasa bagi yang belum pernah menonton Black Butler pun akan menikmatinya. Tentu saja para penggemar setia Black Butler pasti akan menikmatinya, ya! Bagiku, ini adalah pekerjaan yang sangat berarti dan aku berharap bisa terus melanjutkannya untuk waktu yang lama.

Wawancara Sebastian Black Butler Ono Daisuke

 

Omagari Tomoko

 

Related article

BEST SELLER