Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock

22 Juni 2017
Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock

Hai, sahabat Kuma! Kita kembali dengan ulasan manga oleh Kuma.

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran sahabat Kuma kalau ditanya mengenai manga/anime tentang band? K-On? Kalau rock band? Beck–lah jawabannya!

Beck adalah manga karya Harold Sakuishi yang diserialisasikan di Majalah Bulanan Shonen terbitan Kodansha dan mengakhiri ceritanya dalam 34 volume. Manga ini bercerita mengenai Yukio Tanaka yang akrab dipanggil Koyuki, siswa 14 tahun tanpa hobi yang menjalani kehidupan yang membosankan. Hidupnya mulai berubah setelah bertemu dengan Ryusuke Minami, seorang pemain gitar jenius yang baru saja kembali dari Amerika. Pertemuan itu membuat Koyuki semakin ingin mendalami dunia musik.

 
BECK vol 34
ALIVE (20)
(15000 Pt.)

Di Indonesia, Beck awalnya diserialisasikan dalam Majalah Shonen Magz terbitan Elex Media Komputindo sebelum akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku. Walaupun diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, manga ini berisi cukup banyak kata-kata keras dan adegan yang tidak baik dilihat anak kecil, jadi pastikan kalian sudah cukup umur untuk membacanya, ya! Manga ini telah mendapat adaptasi animasi televisi, tiga guidebook, empat soundtrack, sebuah video game, dan brand gitar. Selain itu, live-action dari manga ini yang tayang pada tahun 2010 lalu dibintangi oleh aktor kawakan Takeru Sato dan Hiro Mizushima, lho!

Melihat tema manga ini, pastinya banyak referensi pemusik asli yang akan muncul di dalam manga ini, ya! Nah, kali ini Kuma akan membawa sahabat semua untuk melihat daya tarik dari Beck!

1. Cerita Multi-genre

Cerita manga Beck berfokus pada perjuangan dan berbagai hambatan yang dialami oleh sebuah band rock bernama BECK. Dengan membaca manga ini, kita bisa merasa jadi bagian dari perjalanan para tokoh, terutama Koyuki, di bidang musik. Sesuai dengan temanya, manga ini menekankan pentingnya musik dan menunjukkannya melalui hubungan antara berbagai karakter dengan musik, seperti Koyuki yang menemukan kegembiraan dan teman melalui musik atau Ryusuke yang menganggapnya sebagai jalan hidup.

Hal yang menarik dari manga Beck adalah bagaimana pembaca bisa menikmati berbagai jenis cerita. Kalau kita ingin membaca cerita tentang kehidupan sehari-hari, Beck menyediakannya. Kalau kita ingin membaca cerita cinta, Beck menyediakannya. Kalau kita suka cerita drama, Beck menyediakannya. Kalau kita ingin membaca cerita mengenai seseorang yang menjadi dewasa, Beck menyediakannya. Dan kalau kamu memang menyukai cerita mengenai musik dan band, tentunya Beck menyediakannya.

Cerita Beck sudah terarah dengan jelas dan melalui setiap chapter-nya cerita tersebut dibangun sedikit demi sedikit. Walaupun ada beberapa adegan yang dapat diprediksi, pembaca juga disuguhkan dengan berbagai kejutan. Adegan humor juga menghiasi manga ini yang biasanya ditampilkan dari interaksi para karakter dan juga dialog yang terkadang terdengar aneh. Pembaca dapat merasakan ikatan emosional dan perkembangan dari perjalanan para karakter dalam manga ini. Beck juga mengakhiri ceritanya di saat yang tepat sehingga pembaca terhibur sampai akhir dan merasa puas.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Konser terakhir BECK

 

2. Pacing yang Stabil

Walaupun setting dan beberapa perkembangan cerita dapat dikatakan standar, kekuatan utama Beck adalah dari caranya menyampaikan cerita. Pada awalnya, pacing manga ini sedikit lambat (dibandingkan dengan manga aksi), tetapi kemudian pacing-nya semakin membaik dan mengubah manga ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Perkembangan karakter yang bertahap dan perjuangan Koyuki dan teman-temannya membuat cerita manga ini sangat menarik untuk diikuti. Terkadang ada pula adegan yang sengaja dibuat dramatis dan sesekali berlebihan yang justru malah menimbulkan gelak tawa.

Manga ini mengajarkan kerja keras dan waktu pada akhirnya akan membawa kita meraih mimpi dan bahkan mencapai apa yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kalau kalian menyukai musik rock atau bahkan seorang musisi, Kuma yakin kalian pasti akan bisa merasakan apa yang dirasakan para karakter di komik ini dan menyukainya!

 

3. Perbedaan Budaya Jepang dan Amerika

Keunikan dari manga ini adalah cukup banyak menampilkan berbagai tokoh, kebudayaan dan kebiasaan Amerika. Hal ini dikarenakan teman-teman Ryusuke dan juga para musisi rock sendiri yang banyak berasal dari negara adidaya tersebut sehingga tidak jarang banyak tokoh dalam manga ini yang digambarkan berbicara dengan bahasa Inggris.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Dialog dalam bahasa Inggris ditunjukkan dengan jenis font yang berbeda

Yang mencolok dari manga ini adalah karakternya yang berusaha menonjolkan individualitas mereka di tengah masyarakat Jepang yang menekankan keselarasan. Dari situ kita bisa melihat perjuangan mereka menolak kebudayaan Jepang demi membentuk sebuah band rock! Hal ini membuat Beck sebagai manga Jepang yang tidak terlalu terasa Jepang. Walaupun begitu, manga ini tetap banyak memuat humor Jepang.

 

4. Deretan Karakter yang Menarik

Manga yang menarik tidak terlepas dari karakter yang menarik pula. Bisa dikatakan, justru para karakterlah yang menjadi fokus utama dari manga ini. Para karakter manga Beck sangat unik dan multi dimensi karena tidak ada stereotip yang menempel pada mereka. Para karakter dijelaskan dengan baik, melalui kekurangan yang realistis dan masa lalu rumit, yang juga memengaruhi cerita utama. Perselisihan dan ikatan di antara mereka terus berkembang  melalui interaksi mereka, bukan melalui pengaruh dari luar. Hal ini berbeda dengan kebanyakan manga lainnya yang karakternya berkembang karena lingkungannya daripada interaksi interaksi satu sama lain. Hal ini bisa saja tidak disukai oleh sebagian pembaca, tapi sebenarnya ini merupakan daya tarik yang unik dari manga ini.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Anggota BECK

Koyuki, salah satu tokoh utama, adalah siswa SMP 14 tahun yang merasa melankolis terhadap kehidupan, membosankan, dan canggung. Walaupun mulai sebagai “tokoh utama shonen yang cukup nerd”, dia bukanlah orang yang suka mengeluh dan tidak punya kemauan seperti kebanyakan tokoh utama shonen lainnya. Dia terus tumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya cerita. Semakin berbakatnya dia di bidang musik, Koyuki semakin menyadari potensinya dalam hidup.

Sementara itu, Ryusuke adalah karakter kharismatik yang bisa kamu sukai, tapi juga benci. Dia keras kepala, cukup arogan, dan perfeksionis kalau menyangkut band-nya. Tetapi, dia memiliki passion yang sangat besar di dunia musik dan bisa melakukan apa saja untuk menghasilkan musik yang berkualitas. Selain itu, dia juga bersedia mengorbankan dirinya demi orang lain maupun demi band.

Para karater lain pun digambarkan memiliki sifat yang beragam, seperti Maho, adik perempuan Ryusuke, adalah anak perempuan biasa yang bersifat kuat karena didikan dan latar belakangnya, tapi juga memiliki sisi rapuh yang membuatnya menawan. Taira, karakter yang logis dan selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Dia juga berperan sebagai penengah dalam pertengkaran. Chiba, karakter yang bertindak terlebih dahulu sebelum berpikir. Dia selalu mengikuti kata hatinya dan ledakan energinya selalu menyenangkan untuk dilihat khususnya saat para karakter lain sedang tenang. Sementara Saku adalah karakter yang sering dimintai nasihat oleh Koyuki, tapi juga mengalami proses belajar dan berkembang.

 

5. Gaya Gambar yang Unik

Gaya gambar Sakuishi-sensei cukup berbeda dari standar shonen manga lainnya. Karakter dalam manga Beck digambarkan dengan gaya semi-realis, mereka tidak terlihat realistis, tetapi lebih realistis dari kebanyakan manga lainnya. Gambar pada setiap panel juga digambarkan menarik untuk dilihat, tetapi tetap realistis. Hal ini dapat dilihat pada close up instrumen musik yang digambarkan dengan sangat detail sampai terlihat benar-benar seperti aslinya dan juga pada halaman spread yang komposisi dan detailnya digambarkan dengan sangat indah.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Gitar “Lucille” milik Ryusuke

Selain itu, Sakuishi-sensei tidak mempercantik setiap tokoh. Banyak juga tokoh dengan perut yang besar, berwajah polos, bergigi besar, berhidung besar, atau memiliki mata yang menonjol. Walaupun karakter utama terlihat standar, tidak super tampan dan menarik seperti pada kebanyakan manga lainnya, masing-masing dari mereka memiliki gayanya tersendiri dan tentunya wajah yang berbeda. Walaupun kita mencukur habis rambut mereka, tetap akan terlihat berbeda.

Gambar latar belakang kebanyakan dibiarkan kosong atau hanya berupa gradasi, dengan sedikit yang memiliki latar belakang yang digambarkan dengan sangat detail. Hal ini membuat pembaca bisa fokus pada gambar karakter yang sangat unik dan detail pada panel tersebut. Sementara latar belakang yang digambarkan dengan detail menunjukkan telah terjadi perubahan waktu atau tempat pada cerita.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock

Selain menonjolkan kedetailan, Sakuishi-sensei juga terkadang menggambarkan ekspresi karakter yang berlebihan dan sering membuat para pembaca tertawa melihatnya. Dan juga penggambaran karakter semakin berubah seiringnya berjalannya cerita, seperti permulaan Koyuki adalah remaja yang canggung, tetapi semakin lama pembaca dapat melihat Koyuki menjadi lebih percaya diri.

Gaya gambar ini mungkin akan kurang disukai oleh sebagian pembaca karena berbeda dengan gaya shonen manga lainnya. Tapi apabila telah terbiasa, kita akan bisa melihat keindahan dari gaya gambar manga ini!

 

6. Penggambaran Musik

Satu lagi daya tarik dari Beck  adalah penggambaran musik. Daripada menulis lirik dalam sebuah panel yang menunjukkan bahwa ada karakter yang sedang bernyanyi, Sakuishi-sensei memilih menonjolkan emosi untuk menyampaikan musik. Emosi dapat lebih ditangkap pada gambar daripada kata-kata. Setiap kali ada adegan bermusik pada manga ini, rasanya mustahil untuk tidak merasakan sesuatu saat melihatnya.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock

 

7. Pengaruh Musik

Dalam wawancara dengan Tokyopop, Sakuishi-sensei mengatakan bahwa perilaku, gaya, dan penampilan Chiba terinspirasi dari Zack De La Rocha “Rage Against the Machine” dan cara Koyuki memegang gitarnya terinspirasi dari Tom Morello dari band yang sama. Ryusuke terinspirasi dari Jimmy Page “Led Zeppelin”, walaupun dia juga mirip Tom Morello dari beberapa caranya bermain gitar dan pada beberapa waktu, dia bisa sedikit arogan seperti Yngwie Malmsteen atau Noel Gallagher. Kemudian, tindakannya terhadap permainan gitar dan caranya bermain mirip dengan John Frusciante.

Sakuishi-sensei kemudian menambahkan bahwa BECK terinspirasi dari Red Hot Chili Peppers yang merupakan band favoritnya. Musik dan khususnya lagu “Under the Bridge” mereka telah membantu sensei melewati waktu sulit dalam hidupnya. Sakuishi-sensei juga menggambar sebuah manga one-shot berjudul Under the Bridge yang menceritakan pertemuan pertamanya dengan band tersebut. Pengaruh ini sangat terlihat dalam Beck, tidak hanya dari gaya bermusik band ini, tetapi juga dari Taira yang sangat mirip dengan versi lebih muda dari Flea, bassist Red Hot Chili Peppers, dari sisi penampilan dan juga gaya bermain bass.

Beck juga memasukkan berbagai referensi kebudayaan rock klasik dan populer. Hampir setiap gambar cover dan setiap chapter merupakan gambar album rock populer yang digambarkan oleh karakter Beck, seperti “The Bends” Radiohead, “Rubber Soul” The Beatles, “Definitely Maybe” Oasis, dan lainnya. Tokoh rock yang telah meninggal seperti Kurt Cobain, Jimi Hendrix, John Lennon, Bob Marley, Sid Vicous, dan Freddie Mercury muncul dalam mimpi Koyuki dan sedang membersihkan sisa-sisa konser BECK.

Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Beck, Manga tentang Suka Dukanya Membentuk Band Rock
Berbagai musisi rock legendaris yang muncul dalam manga Beck

Ada pula karakter bernama George Graham yang dijuluki “King of Funk” yang digambarkan mirip dengan George Clinton dan memiliki nama belakang yang sama dengan Larry Graham, salah seorang inovator slap bass. Kalau kalian membaca manga ini, kalian pasti bisa melihat banyaknya referensi musisi rock asli yang ditampilkan dalam Beck!

Manga Beck membawa kita menyelami dunia musik rock atau bahkan bisa menginspirasi sahabat semua untuk mulai membentuk sebuah band rock! Bagaimana, sudah siap membaca manga menakjubkan ini? Kalian tidak perlu repot-repot lagi mencari manga ini di toko buku karena seluruh volume manga Beck sudah bisa dibaca di Manga Mon, lho! Jadi, tunggu apa lagi?

 
BECK vol 1
ALIVE (20)
(15000 Pt.)

 

Manga Mon

 

Related article

BEST SELLER