12 Desember 2017
Mengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan Manga

Mungkin pembaca sering melihat kata shounen, shoujo, seinen dan josei. Empat kata ini bukanlah genre. Lalu apakah sebenarnya empat istilah ini?

Setiap judul anime dan manga pastinya memiliki target sasaran pasar. Biasanya dikategorikan dalam empat jenis utama, yaitu shounen, seinen, shoujo, dan josei. Sayangnya banyak penggemar anime dan manga yang terlanjur salah kaprah menganggap empat istilah ini sebagai genre.

1. Shounen

Mengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan Manga

Kata shounen bermakna remaja. Kanji yang yang digunakan pada kata ini bermakna di bawah 20 tahun. Jadi tidak ada batasan antara laki-laki dan perempuan meski sekarang lebih identik untuk target remaja laki-laki. Pada demografi ini umumnya manga menceritakan tentang petualangan, tantangan, komedi, aksi dan apa pun untuk mengalahkan rintangan.

Anime manga shounen menampilkan sedikit adegan berdarah, luka-luka hingga kematian dan sejumlah adegan erotis, misalnya memar kulit, namun semua adegan ini masih dalam batas wajar menurut standar usia remaja di Jepang.

Kisah yang paling standar dalam target demografi shounen adalah karakter yang memulai dari nol untuk mencapai yang terkuat dan karakter utama umumnya laki-laki. Di sini batas antara hitam dan putih cukup jelas walau nanti ada masa-masa galau si tokoh utama di mana ia memilih mencapai tujuan atau melarikan diri, dan dari sudut pembaca siapa yang menjadi antagonis dan protagonis sudah tidak terbantahkan.

Untuk target demografi shounen memang saat ini paling mendominasi pasar. Beberapa judul shounen antara lain City Hunter, Gekkan Shoujo Nozaki-kun dan Gintama. Mungkin di sini ada yang heran kenapa Nozaki masuk shounen meski gaya gambarnya mirip shoujo. Ini karena Nozaki yang tampak sempurna di mata Sakura langsung rontok di chapter pertama.

 

2. Shoujo

Mengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan Manga

Kata shoujo bermakna gadis remaja. Demografi shoujo biasanya menceritakan kisah drama romantis, fashion dari sudut pandang gadis remaja.

Ciri utama visual shoujo adalah banyak menggunakan latar bunga dan warna pink. Dalam kisah romantis, umumnya karakter pria yang sedang dikejar terlihat sangat sempurna dan seperti tidak bisa digapai. Cacatnya baru ketahuan beberapa edisi setelah makin kenal meski sering berakhir bahagia. Singkatnya, genre shoujo meceritakan kisah yang idealis, menginginkan semua yang terbaik meski dihadang rintangan yang sulit.

Beberapa contoh anime atau manga shoujo yang menarik untuk diikuti adalah Kaichou wa Maid-sama, Nodame Cantabile, dan Lady Oscar. Di Indonesia target manga shoujo dikomersialkan dengan nama Serial Cantik oleh penerbit Elex.

 

3. Seinen

Mengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan Manga

Kata seinen bermakna dewasa. Ini bukan berarti isi kisah seinen adalah banyak adegan dewasa yang “menunjukkan kulit” atau adegan ranjang. Pada umumnya kisah seinen akan dirasa membosankan bagi remaja yang mendambakan menjadi petualang ataupun pahlawan. Contohnya adalah Non Non Biyori yang masuk ke dalam target demografi seinen. Memang sebagian besar karakternya adalah anak SD yang hidup di desa. Ceritanya juga berkisar tentang menjalani kehidupan di desa. Dari sudut pandang anak remaja, kisah seperti ini dijamin membosankan karena tidak ada antagonis ataupun usaha menyelamatkan dunia seperti dalam Hidamari Sketch. Namun bagi yang sudah punya anak atau sedang proses menuju pelaminan dan dihimpit berbagai permasalahan hidup, kisah semacam ini bisa menimbulkan rasa nostalgia dan membantu untuk meringankan penat.

Tentu saja ada seinen dengan kisah fantasi dan petualangan. Visualnya bisa tampil lebih sadis dan vulgar. Biasanya hitam dan putih makin kabur menjadi abu-abu setelah kisah mencapai pertengahan. Sudah wajar pembaca menjadi tidak yakin, apakah betul protagonis sedang memperjuangkan kebenaran. Apa malah protagonis yang secara tidak sengaja membuat keadaan makin runyam. Beberapa konflik semacam ini bisa dibaca melalui karya Naoki Urasawa salah satunya Monster.

 

4. Josei

Mengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan MangaMengenal Empat Target Demografi Utama Anime dan Manga

Kata josei bermakna perempuan dewasa. Singkatnya ini adalah versi seinen dari shoujo. Visualnya tidak se-lebay manga shoujo, dalam artian sangat jarang ditemukan taburan bunga.

Di sini permasalahan karakter utama yang dihadapi terasa lebih realistis dan umumnya menceritakan permasalahan seorang perempuan dengan keluarga atau hubungannya dengan orang lain. Dalam genre mungkin tidak akan ditemukan laki-laki tampan dan sempurna, tapi sang tokoh utama akan selalu dirundung masalah yang perlu ditangani. Tentunya kisah semacam ini susah dipahami remaja yang masih berangan-angan tinggi selalu mendapat yang terbaik. Pada kenyataannya, semua perlu kompromi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Beberapa judul josei yang menarik antara lain Kuregahime, Chihayafuru, dan Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu.

Tidak Perlu Ikut Kotak

Meski dibagi dalam empat target, bukan berarti pembaca harus terpaku pada pengkotakan target sasaran yang ditetapkan penerbit. Yang ingin ditekankan adalah belum tentu kisah dari tiap demografi genre bisa sesuai dengan selera pembaca. Misalnya, pembaca remaja laki-laki umumnya lebih memilih manga dengan banyak pertarungan yang biasa ditemukan pada genre shounen, tetapi ada saja sejumlah kecil yang suka drama romantis. Justru kisah drama yang bagus lebih sering banyak ditemukan dalam genre josei dan shoujo. Yang paling penting adalah pembaca/penonton menikmati kisah yang disajikan.

 

Hendra

 

Related article