12 Desember 2017
Aturan Umum Restoran di Jepang

Kalau kamu pernah ke Jepang atau pernah tinggal di sana, pastinya kamu akan dimanjakan dengan hidangan kuliner Jepang. Kalau kalian juga pernah masuk ke dalam restoran, pasti kamu akan sering menemukan menu yang ditulis dalam bahasa Jepang.

Kalau diperhatikan, tak banyak restoran yang menyediakan menu dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya karena restoran di Jepang sudah banyak yang menggunakan kemajuan teknologi. Contohnya adalah kedai ramen yang saat ini banyak menggunakan mesin penjual tiket makanan. Jadi kalau mau makan ramen, kamu harus beli tiket dulu, kemudian serahkan tiket tersebut kepada staf yang akan memproses pesananmu.

Lalu bagaimana dengan restoran yang tidak menggunakan mesin penjual tiket makanan dan tidak menyediakan menu dalam bahasa Inggris? Jangan panik dulu karena Tokyo Girls Update akan memberikan beberapa penjelasan tentang aturan umum kalau kamu mau makan di restoran di Jepang.

1. Menunggu Meja

Aturan Umum Restoran di Jepang

Kalau mau makan di restoran, biasanya kamu akan ditanya oleh staf restoran berapa jumlah orang yang akan makan di restoran/dinning-in.

 Pramusaji:何名様ですか?
   Nanmei desuka?
   Berapa orang?

Kalau kamu datang berdua, maka kamu harus jawab:

 Pelanggan:2名です
   Nimei desu.
   Dua orang.

Jumlah orangnya harus disesuaikan dengan orang yang akan makan ditempat/dinning-in, ya. Kamu juga bisa menjawab sambil menunjukkan jumlah orang dengan jari kamu. Kalau antreannya cukup panjang, biasanya staf restoran akan memberi tahu kira-kira berapa lama lagi kamu bisa masuk. Kalau cukup panjang dan lebih dari 15-20 menit, sebaiknya kamu cari restoran lain yang antreannya tidak terlalu panjang.

 

2. Smoking atau Non-Smoking?

Aturan Umum Restoran di Jepang

Banyak restoran di Jepang yang mengizinkan pelanggan/pengunjungnya merokok di dalam ruangan. Kalau kamu sensitif dengan asap rokok, sebaiknya kamu minta kepada staf restoran untuk ditempatkan di area non-smoking. Meski begitu, tidak semua restoran di Jepang menyediakan ruangan terpisah untuk smoking dan non-smoking.

 

3. Larangan Makan

Aturan Umum Restoran di Jepang

Jepang memang terkenal dengan makanan mereka. Meski begitu, ada juga orang-orang yang tidak bisa menikmati kelezatan makanan Jepang. Hal ini bisa disebabkan karena mereka alergi terhadap bahan makanan tertentu, masalah kesehatan, atau agama. Bagi yang dilarang makan makanan tertentu karena perintah agamamu, seperti daging babi, daging sapi, dan sebagainya, menu vegetarian bisa menjadi pilihan. Dan kalau kamu punya alergi pada bahan makanan tertentu, kamu bisa langsung menanyakan langsung pada staf untuk memastikan dan katakan kalau kamu alergi. Jangan berharap mereka mengerti istilah ovo-lacto, pescatarian, vegan, atau keto, ya. Cukup katakan saja kamu alergi.

Situs Justhungry.com menyediakan tentang resep masakan Jepang, sekarang juga menyediakan beberapa penjelasan yang bisa digunakan ketika memesan makanan di Jepang.

 

4. Memesan Makanan

Aturan Umum Restoran di Jepang

Di beberapa restoran mungkin disediakan tombol untuk memanggil staf restoran, tapi jika kamu makan di restoran yang tidak menyediakan tombol panggil ini, kamu bisa mengucapkan “sumimasen!” (すみません!) sambil mengacungkan tangan untuk menarik perhatian staf restoran.

Beberapa restoran akan menyertakan foto pada daftar menu mereka yang bisa membantu wisatawan asing dalam memesan makanan. Jadi kalau kamu belum lancar membaca kanji, kamu tinggal tunjuk saja foto makanannya sambil mengucapkan:

 Pelanggan:これ下さい
   Kore kudasai.
   Saya mau ini.

Kamu juga bisa menggunakan jari untuk menerangkan berapa jumlah porsi yang kamu inginkan.

 

5. Toilet

Ketika ingin menggunakan toilet, kalimat umum yang sering digunakan adalah “Where is the restroom?”. Dalam Bahasa Jepang kalimat ini bisa diartikan menjadi “Toire wa doko desuka?” (トイレはどこですか?).

Selain kata toire, kalian bisa menggunakan kata-kata berikut untuk rujuk pada toilet:

1. お手洗い:otearai
2. 化粧室:keshoushitsu

 

6. Bayar

Aturan Umum Restoran di Jepang

Ketika ingin membayar makanan, kamu bisa membuat tanda X dengan jari sambil mengucapkan “okaikei” (お会計) untuk meminta struk pembayaran.

Di Jepang, pembayaran bisa dilakukan secara terpisah. Kamu hanya cukup mengatakan “betsu-betsu ni shite kudasai” kepada staf dan mereka akan memisahkan bon sesuai jumlah orang yang makan. Tapi perlu diingat bahwa cara ini tidak bisa diterapkan kalau orang yang makan jumlahnya lebih dari 2-3 orang, ya.

Setelah mendapat struk pembayaran, kamu bisa membayar makanan di kasir. Letakkan uang di atas baki kecil dan kasir akan langsung memproses pembayaran.

Nah, kira-kira itulah aturan umum yang ada kalau kamu makan di restoran di Jepang. Mungkin beberapa dari kamu sudah tahu mengenai aturan ini. Yang merasa kalau aturan di atas belum lengkap, bisa langsung menambahkan di kolom komentar, ya.

 

Kai Okudara

Related article