WORLD EMBRYO

 VOLUME 2
WORLD EMBRYO
SHARE

Seorang pria misterius menyusup masuk ke markas pusat FLAG. Dia menghabisi para pengguna Jinki dan mengambil nukleus mereka. Ternyata pria itu ingin membawa Riku dan Nene keluar dari sana. Apa tujuan pria itu? Mampukah Yohei dan Rena menghalanginya? Dan rahasia apa yang dimiliki Nene?

Genre

AdultActionSupernatural

Creator/Author

Daisuke Moriyama

Publisher

SHONENGAHOSHA

Status
Price

15.000 Kredit

Poin

450 Poin

File Size

41,1MB

Rating

Di Volume 2 ini, jalan ceritanya menjadi semakin menarik. Awalnya di volume 1, jalan ceritanya terkesan ‘biasa’ dan ada beberapa bagian cliché-nya. Volume kedua ini sangat pantas disebut sebagai start cerita atau bagian prolog dari komik ini. Banyak adegan actionnya di mana sang tokoh utama harus menentukan siapa yang harus dipercayainya antara Takao, Yohei, atau suara yang ada di kepalanya.

Volume ini diawali dengan tokoh Takao yang digambarkan seorang pembunuh berdarah dingin, yang telah banyak membunuh orang sehingga dijulukin ‘monster’ oleh para detektif. Takao di sini sangat terkenal aksinya karena tidak ada satu pun polisi yang dapat menangkap dirinya. (kalau menurut komiknya, gara-gara Takao muncul, seluruh acara berita membicarakan aksinya, dan banyak kalangan muda membahas kejadian tersebut sampai tidak fokus terhadap kegiatan lainnya dan mengakibatkan banyak sekolah yang diliburkan karena muridnya tidak fokus belajar). *ini tidak mungkin terjadi di Indonesia*.

Riku Amami yang diamankan oleh para pengguna “Jinki” di gedung perusahaan NEFT yang merupakan perusahaan elektronik terbesar dan memiliki saham kedua terbesar dalam bidang industri ponsel. Itu yang terlihat dari kasat mata orang umum, padahal dibalik semua itu, kantor NEFT dijadikan markas pusat untuk ‘FLAG’ membasmi para “Kanshu”. FLAG sendiri merupakan organisasi rahasia para pemilik senjata “Jinki”. Saat Riku terbangun pingsan, dia bertemu dengan Ketua FLAG sekaligus Dewan Investigasi Informasi Rahasia Divisi 7 NEFT, bernama Sawako Tokiji. Dia memberitahukan bahwa Riku sudah terinfeksi berat virus dari para “Kanshu” dan FLAG sedang berusaha memberikan perawatan kepada Riku.

Sebelum terbangun, di dalam mimpinya dia bertemu dengan seseorang yang memberitahkuan bahwa setelah bangun jangan memercayai ucapan orang yang menangkap dirinya. Tiba-tiba Riku memiliki kemampuan melihat dan mendengar apa yang bisa dilihat oleh kamera CCTV gedung. Riku mendapatkan kenyataan pahit bahwa dalam 70 jam ke depan ada kemungkinan dia akan menjadi “Kanshu” dan kalua dia akan dirawat itu adalah dusta, sehingga dia mencoba melarikan diri dengan cara berbohong.

Tiba-tiba markas FLAG diberitakan ada penyusup masuk dan itu adalah Takeo. Takeo ternyata juga ingin membawa Riku dan Nene keluar dari markas FLAG agar dapat membunuh sumber infeksi dari “Kanshu” sebab para “Kanshu” sedang mengincar Nene. Ternyata dalam pelarian bersama Takao, mereka sempat dihadang oleh Rena. Karena perbedaan kemampuan bertarung Takao lebih unggul, Rena pun hampir dibunuh apabila Riku tidak menghalanginya. Saat itu, Riku mendapatkan informasi yang tidak disangka bahwa Takeo memiliki tujuan yang lainya yaitu, mengumpulkan semua “jinki” dan membunuh semua penggunanya karena para pengguna “jinki” pada dasarnya adalah orang yang terinfeksi “kanshu”, tapi dapat bertahan dengan bantuan “nucleus Jinki” atau lebih mudahnya semacam core untuk senjata “jinki”.

Yohei yang datang membantu Rena dan menunjukkan kepada Riku kalau dia benar-benar ingin menolong Riku walaupun akhirnya Yohei kalah dari Takeo. Di ambang kematianya, Yohei memberikan Nukleus Jinkinya pada Riku agar Riku tidak akan menjadi “Kanshu”. Dan Riku pun menjadi salah satu pengguna “Jinki”
  • 17

Load More Leave a Testimonial