User Favorit [Kumasan]
2 orang
User Yang Memilih [Kumasan] Sebagai User Favorit
20 orang
Total Bermanfaat
393

Daftar Review / Komentar Kumasan

Format Tampilan
  • Total
  • Urutan Tampilan

Menampilkan 1-4 dari 4

  • 1
  • Siapa yang Harus dipercaya?
    Di Volume 2 ini, jalan ceritanya menjadi semakin menarik. Awalnya di volume 1, jalan ceritanya terkesan ‘biasa’ dan ada beberapa bagian cliché-nya. Volume kedua ini sangat pantas disebut sebagai start cerita atau bagian prolog dari komik ini. Banyak adegan actionnya di mana sang tokoh utama harus menentukan siapa yang harus dipercayainya antara Takao, Yohei, atau suara yang ada di kepalanya.

    Volume ini diawali dengan tokoh Takao yang digambarkan seorang pembunuh berdarah dingin, yang telah banyak membunuh orang sehingga dijulukin ‘monster’ oleh para detektif. Takao di sini sangat terkenal aksinya karena tidak ada satu pun polisi yang dapat menangkap dirinya. (kalau menurut komiknya, gara-gara Takao muncul, seluruh acara berita membicarakan aksinya, dan banyak kalangan muda membahas kejadian tersebut sampai tidak fokus terhadap kegiatan lainnya dan mengakibatkan banyak sekolah yang diliburkan karena muridnya tidak fokus belajar). *ini tidak mungkin terjadi di Indonesia*.

    Riku Amami yang diamankan oleh para pengguna “Jinki” di gedung perusahaan NEFT yang merupakan perusahaan elektronik terbesar dan memiliki saham kedua terbesar dalam bidang industri ponsel. Itu yang terlihat dari kasat mata orang umum, padahal dibalik semua itu, kantor NEFT dijadikan markas pusat untuk ‘FLAG’ membasmi para “Kanshu”. FLAG sendiri merupakan organisasi rahasia para pemilik senjata “Jinki”. Saat Riku terbangun pingsan, dia bertemu dengan Ketua FLAG sekaligus Dewan Investigasi Informasi Rahasia Divisi 7 NEFT, bernama Sawako Tokiji. Dia memberitahukan bahwa Riku sudah terinfeksi berat virus dari para “Kanshu” dan FLAG sedang berusaha memberikan perawatan kepada Riku.

    Sebelum terbangun, di dalam mimpinya dia bertemu dengan seseorang yang memberitahkuan bahwa setelah bangun jangan memercayai ucapan orang yang menangkap dirinya. Tiba-tiba Riku memiliki kemampuan melihat dan mendengar apa yang bisa dilihat oleh kamera CCTV gedung. Riku mendapatkan kenyataan pahit bahwa dalam 70 jam ke depan ada kemungkinan dia akan menjadi “Kanshu” dan kalua dia akan dirawat itu adalah dusta, sehingga dia mencoba melarikan diri dengan cara berbohong.

    Tiba-tiba markas FLAG diberitakan ada penyusup masuk dan itu adalah Takeo. Takeo ternyata juga ingin membawa Riku dan Nene keluar dari markas FLAG agar dapat membunuh sumber infeksi dari “Kanshu” sebab para “Kanshu” sedang mengincar Nene. Ternyata dalam pelarian bersama Takao, mereka sempat dihadang oleh Rena. Karena perbedaan kemampuan bertarung Takao lebih unggul, Rena pun hampir dibunuh apabila Riku tidak menghalanginya. Saat itu, Riku mendapatkan informasi yang tidak disangka bahwa Takeo memiliki tujuan yang lainya yaitu, mengumpulkan semua “jinki” dan membunuh semua penggunanya karena para pengguna “jinki” pada dasarnya adalah orang yang terinfeksi “kanshu”, tapi dapat bertahan dengan bantuan “nucleus Jinki” atau lebih mudahnya semacam core untuk senjata “jinki”.

    Yohei yang datang membantu Rena dan menunjukkan kepada Riku kalau dia benar-benar ingin menolong Riku walaupun akhirnya Yohei kalah dari Takeo. Di ambang kematianya, Yohei memberikan Nukleus Jinkinya pada Riku agar Riku tidak akan menjadi “Kanshu”. Dan Riku pun menjadi salah satu pengguna “Jinki”
    • Like 17
    Diposkan Tanggal:11 Nov 2015
  • Mengandung Spoiler
    Penyebaran Virus Via Ponsel
    Komik karya Daisuke Moriyama ini mengingatkanku tentang kisah Science Horror Fiction bertema Parasit yang dapat mengubah Manusia menjadi Monster. Bentuk parasit yang ada dalam karya unik ini cukup menarik, sebab hanya dengan saat mengangkat Handphone anda, gelombang suara yang keluar dari Handphone bisa mengubah anda menjadi monster yang disebut “Kanshu”. Penggambaran “Kanshu” di sini digambarkan seperti monster tipe serangga yang memiliki banyak senjata tajam di setiap bagian tubuhnya. “Kanshu” ini tidak bisa dikalahkan dengan senjata api secara umumnya, bahkan dengan bom sekalipun. Hanya dengan orang-orang terpilih yang memiliki senjata khusus yang disebut “Jinki”.

    Sang Tokoh Utama, Riku Amami, pada volume ini digambarkan sebagai seorang pelajar yang kehidupan normal tiba-tiba mendapat email dari almarhum bibinya yang bernama Amane. Pesannya sendiri hanyalah berupa gambar dirinya yang sedang berdiri di depan gedung rumah sakit tempat Riku dulu dirawat. Karena waktu meninggalnya kakaknya itu tidak ditemukan Handphone milik kakaknya membuat Riku penasaran dan mencoba pergi ke gedung rumah sakit tersebut. Setiba di sana, Riku bertemu dengan monster “Kanshu” dan orang-orang terpilih yang bersenjata “Jinki”. Kebetulan orang terpilih tersebut salah satunya adalah kakak kelasnya Riku waktu di sekolah dasar bernama Yohei. Yohei bersama dengan partnernya Rena berada di rumah sakit tersebut karena mendapat laporan akan keberadaan “Kanshu” ini.

    Di tengah pertarungan antara “Kanshu” dengan orang yang punya senjata “jinki”, Riku tidak sengaja menemukan sebuah kepompong berbentuk telur di mana pada saat menetasnya nanti keluar balita humanoid perempuan yang sangat mirip sekali dengan Amane. Riku dan kakak perempuan tertuanya, Shizuru, khawatir terhadap balita mirip Amane ini akan menjadi kelinci percobaan pemerintah apabila di laporkan ke polisi. Sehingga mereka memutuskan untuk merawat dan melihat perkembangannya. Balita tersebut diberi nama Nene.

    Di saat Riku diajak kembali ketemuan dengan Yohei, Riku mengajak Nene dan tiba-tiba Nene pun diculik oleh monster “Kanshu” ini. Yohei, Riku, dan Rena dengan cepat mengejar “Kanshu” ini dan pergi menyelamatkan Nene. Tempat yang dituju mereka ternyata merupakan salah satu sarang “Kanshu” sehingga mereka terkena umpan dan masuk ke dalam jebakan “Kanshu” ini. Riku yang dalam keadaan terdesak berusaha melindungi Nene mati-matian dari serangan “Kanshu” yang akhirnya membuat Riku pun terluka dan tertepar bermandikan darah. Nene yang menyaksikan kematian Riku langsung mengeluarkan semacam gelombang yang membuat Riku hidup kembali menjadi “Kanshu” yang agak berbeda dengan biasanya dan menghabisi seluruh monster kanshu yang lain. Walaupun monster “Kanshu” telah dibereskan, Riku masih belum dapat kembali menjadi manusia dan terpaksa diamankan oleh para pengguna “Jinki”.

    Overall, komik di volume ini seru banget. Terkilas ide-ide ceritanya mirip seperti aku membaca, Attack on Titan, Parasyte, dan Tokyo Ghoul. Buat teman-teman yang menyukai kisah-kisah Horror Science Fiction, aku rekomendasikan komik ini wajib dibaca. Oh, iya, pertarungan di sini lumayan cukup sadis, jadi mohon kedewasaannya untuk membaca komik ini.
    • Like 7
    Diposkan Tanggal:11 Nov 2015
  • Antara Kyosuke, Hikaru dan Madoka
    Komik bertemakan kehidupan sekolah, drama, romance dan supernatural ini memberikan sebuah cerita yang bepusat kepada keluarga Kasuga. Keluarga Kasuga merupakan sebuah keluarga yang memiliki kekuatan supernatural, atau disebut juga sebagai Esper. Keluarga Kasuga terdiri dari 4 orang anggota, mereka adalah Kyosuke Kasuga si kakak laki-laki pertama, dua adik perempuannya yang bernama Kurumi dan Manami Kasuga, serta yang terakhir adalah ayah mereka yang bernama Takashi Kasuga.

    Seluruh keluarga Kasuga memiliki kekuatan supernatural seperti, bisa memindahkan barang dari tempat satu ke tempat lain, membuat barang terbang melayang, melakukan teleportasi, berlari dengan sangat cepat, dan lain-lain. Kekuatan ini sangat praktis untuk digunakan, namun pada keluarga Kasuga sudah ada ketentuan bahwa kekuatan ini tidak boleh digunakan di depan umum. Mereka berempat sudah sepakat bahwa mereka akan berhati-hati dalam menggunakan kekuatan supernatural tersebut, hal ini dikarenakan setiap kali mereka menggunakan kekuatan tersebut dihadapan banyak orang, orang-orang malah menganggap hal itu aneh dan mengerikan. Karena itulah, agar tidak dianggap keluarga yang aneh, maka mereka tidak mau menggunakannya secara sembarangan. Menjadi keluarga Esper menjadikan mereka terus berpindah rumah dari yang satu ke tempat lain. Hal ini dipicu karena setiap mereka menggunakan kekuatan esper, mereka akan dianggap keluarga yang aneh oleh orang-orang sekitarnya. Seperti masalah terakhir yang dibuat oleh Adik Kyosuke, si Kurumi mencoba untuk berlari sejauh 100 meter hanya dalam waktu 3 detik ! Karena masalah itulah, keluarga Kasuga pindah rumah dan juga sekolah ke tempat yang baru. Kyosuke Kasuga sebagai karakter utama dalam cerita ini menginginkan untuk memulai kehidupan baru menjadi anak laki-laki yang normal.

    Dalam lingkungan barunya Kyosuke yang sedang berjalan-jalan dan menghitung anak tangga, bertemu dengan seorang cewek cantic. Mereka berdua sama-sama menghitung anak tangga, dan berdebat dengan jumlah anak tangga yang dihitung. Kyosuke bersikeras bahwa anak tangga tersebut berjumlah 100 sedangkan si perempuan bersikeras bahwa jumlahnya 99. Secara tidak sengaja Kyosuke yang mulai tertarik dengan perempuan tersebut, ternyata malah satu sekolah dengannya. Perempuan tersebut bernama Madoka Aykawa. Namun Madoka di sekolah memiliki image yang berbeda pada saat ia bertemu pertama kali di luar sekolah. Madoka yang ia tahu adalah gadis yang manis dan juga ceria. Namun ketika di sekolah, Madoka hanya lebih banyak diam dan bersifat angkuh. Bahkan murid-murid yang lain menganggapnya sebagai murid nakal.

    Madoka memiliki teman baik bernama Hiyama Hikaru. Kyosuke pertama kali melihatnya pada saat berjalan ke area belakang sekolah untuk bertemu adiknya Kurumi. Namun disitu ia malah bertemu dengan Hikaru dan juga Madoka yang sedang merokok. Kyosuke mengatakan bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan Madoka, namun Madoka merasa marah dan malah menampar Kyosuke. Semenjak hari itu Kyosuke tidak mau berurusan dengan Madoka. Sedangkan Hikaru, perempuan yang disangka anak nakal ini secara terang-terangan mulai menyukai Kyosuke, karena secara tidak sengaja melihat Kyosuke saat menggunakan kekuatan espernya (walau Hikaru tidak sadar bahwa itu adalah berkat kekuatan esper).

    Semenjak kejadian itu, Hikaru sering mendatangi Kyosuke untuk mengajaknya berkencan. Namun Kyosuke sesungguhnya masih merasa penasaran dengan Madoka. Ia sering berbicara dengan Madoka dan menurutnya Madoka memang perempuan yang baik dan menyenangkan. Kyosuke secara diam-diam menyukai Madoka, namun ia dalam posisi yang sulit karena Hikaru pun menyukainya, dan ia tidak bisa menolak Hikaru secara sepenuhnya karena Hikaru adalah sahabat baik dari Madoka.

    Kimagure Orange Road memang sebuah komik lama di tahun 80-an dengan gambar yang dikira masih sangat jadul, namun cerita yang disampaikan masih bisa dimengerti hingga saat ini. Drama dan romansa dari cerita cinta segitiga ini menurut saya agak sedikit kurang menarik karena efek gambarnya yang lama, namun untuk bagian cerita, sang pengarang dapat membawakan cerita dengan alur yang menyenangkan dan mudah dipahami, serta masih ada unsur misterius. Saya mengatakannya misterius karena mempertanyakan kenapa sikap Madoka begitu berbeda ketika di Sekolah dan di luar sekolah.
    • Like 80
    Diposkan Tanggal:25 Sep 2015
  • Poyo, Satu lagi Komik untuk Pecinta Kucing!
    Jika kamu adalah pecinta kucing, komik Poyo-poyo ini pasti tidak akan terlewat dari daftar komik yang akan dibaca. Poyo-poyo menceritakan tentang seekor kucing yang (teramat sangat) bulat bernama Poyo Sato.

    Dalam keluarga Sato terdapat 3 orang anggota keluarga, yaitu Pak Sato, anak perempuannya Moe, dan si adik laki-laki bernama Hide. Poyo yang tidak diketahui umur dan asal-usulnya ini secara tidak sengaja ditemukan Moe saat ia berada di kota. Moe yang langsung jatuh cinta dengan bentuknya yang begitu imut langsung memutuskan untuk membawanya pulang dan memeliharanya. Keluarga Sato sendiri adalah sebuah keluarga petani yang tinggal di pedesaan. Awalnya, Moe merasa khawatir kalau Poyo tidak akan bisa beradaptasi dengan suasana di rumahnya. Namun, secara tak disangka Poyo malah mudah sekali berteman dengan siapa saja.

    Pak Sato adalah orang yang dianggap sebagai legenda karena tenaganya yang sangat kuat dalam mengangkut barang-barang. Walaupun terlihat seram dan selalu serius, Pak Sato adalah orang yang sangat menyayangi binatang. Kedatangan Poyo di rumahnya pung sangat disambut dengan baik. Setiap hari, sebelum ia berangkat ke kebun (atau sawah), beliau akan memberikan makan Poyo. Sebaliknya, adik laki-laki Moe yang bernama Hide, sebenarnya tidak terlalu suka dengan kucing. Ia pun lebih memilih anjing jika untuk dipelihara. Bagi Hide, Poyo bukanlah sebuah kucing karena bentuknya yang bulat dan tidak jelas. Dia selalu mempertanyakan kepada kakak perempuannya apakah Poyo benar seekor kucing atau malah binatang lain. Poyo akan selalu bersikap jinak dan kalem di depan Moe. Namun di depan Hide, Poyo akan lebih sering berkelahi, dan hasilnya Hide akan mendapatkan bekas cakaran di muka dan seluruh tubuhnya. Jika mereka sudah merasa lelah untuk berkelahi, maka akan dilanjutkan dengan tidur siang berdua. Walaupun terlihat tidak akur, Hide sesungguhnya juga menyayangi Poyo sama seperti kakak dan ayahnya.

    Setiap hari Moe yang bertugas untuk membuat makanan untuk Ayah dan Hide, akan membuat sebuah makanan yang dibentuk mirip dengan Poyo. Karena ia ingin semua orang yang memakannya untuk selalu ingat pada Poyo. Tetangga sebelah juga memiliki seekor kucing hitam yang bernama Kurobe. Kurobe adalah seekor kucing jantan yang sering bermain ke rumah keluarga Sato untuk bertemu dengan Poyo. Di dalam cerita terlihat sekali kedekatan antara Poyo dengan Kurobe yang sangat akrab. Dijelaskan bahwa Kurobe ini sangat menyukai Poyo walaupun keduanya adalah sama-sama kucing jantan.
    Di balik tubuhnya yang begitu bulat dan sifatnya yang malas, Poyo adalah kucing yang kuat. Kucing bulat ini dapat memburu tikus-tikus nakal dan juga berkelahi dengan kucing liar sekalipun. Jika berjalan-jalan di sekitar rumah, Poyo akan lebih disangka sebagai bola voli atau benda lain yang berbentuk bulat oleh tetangga yang lain.

    Poyopoyo merupakan sebuah cerita yang sangat ringan dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Walaupun dikatakan ringan, komik ini tidak akan membuat anda bosan, ini semua tidak terlepas dari apapun kegiatan yang dilakukan oleh Poyo akan selalu terlihat imut dan menggemaskan. Sang pengarang dapat menyampaikan sebuah cerita sederhana mengenai kehidupan sehari-hari seekor kucing, dibantu oleh karakter-karakter lain yang ikut memeriahkan jalan cerita, komik ini dapat selalu menghibur para pembacanya.
    • Like 124
    Diposkan Tanggal:24 Sep 2015
  • 1